Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Guru Ngaji Kampung

Syabaharza-Dok Pribadi-

**

 

“Besok, kita perlu beli minyak lagi.”

Sang guru berbicara kepada istrinya sambil mengelap lampu petromaks setelah pengajian selesai.

Biasanya sang guru selalu membeli minyak untuk lampu petromaks tiga hari sekali dengan uang pribadi hasil menjual hasil kebunnya. 

 

Selama tiga hari itu biasanya lampu petromaks menghabiskan dua liter minyak. Artinya dalam rentang waktu tiga hari sekali sang guru harus mengeluarkan budget lima belas ribu rupiah. Suatu nilai yang cukup besar bagi seorang guru mengaji kampung seperti dirinya.

 

“Kenapa Bapak tidak meminta uang saja kepada orang tua mereka?”

Istri sang guru memberikan usul. Itu adalah usul yang kesekian kalinya diberikan oleh sang istri. Sang istri menganggap hal itu sangat wajar, karena suaminya sudah banyak mentransfer ilmu kepada anak-anak itu. Selain itu sang istri menganggap uang yang akan diminta itu bukan untuk mereka, tetapi untuk kepentingan anak-anak tersebut.

 

“Bapak malu bu.”

 

Sang guru terus mengelus lampu petromaks yang sinarnya mulai memudar itu. Walaupun sebenarnya bisa saja ia meminta bayaran untuk jerih payahnya, apalagi anak-anak yang belajar kepadanya itu termasuk dari golongan orang berada. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan