Walau demikian salat iduladha tetap dilaksanakan dengan penuh kekhusukkan. Adanya jemaah yang salat di halaman musala itulah sebagai indikator bahwa tahun ini lebih banyak yang melaksanakan salat tahunan itu di musala tersebut.
Ritual selanjutnya setelah salat adalah pemotongan hewan kurban. Biasanya pelaksanaannya di samping musala. Di sebuah padang rumput yang selalu menjadi saksi gugurnya binatang terpilih sebagai perwakilan ibadah hamba kepada Tuhannya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, binatang yang akan dikorbankan tahun ini lebih banyak kuantitasnya, bahkan bukan hanya kuantitasnya, kualitas binatangnya juga terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya jumlahnya hanya 2 ekor kambing dan kurus-kurus, tahun ini kambingnya bertambah satu ekor dan terlihat gemuk-gemuk.
“Sepertinya tahun ini kita akan kebagian daging kurbannya, Yah!”
Sambil menggenggam tangan Pak Mus, anaknya berbisik dengan penuh senyum bahagia.
“Insyaa Allah,” Pak Mus hanya menjawab singkat.
Sang anak optimis, karena melihat volume hewan kurban tahun ini melebihi tahun yang lalu. Ia berpikir mustahil ayahnya akan ketinggalan lagi dalam hitungan panitia.
***