*****
“Pasti nanti kita tidak kebagian lagi daging kurban,” kata sang anak mengeluh kepada Pak Mus di mimbar musala.
“Hussttt, jangan suuzon.”
Sambil membersihkan mimbar untuk khutbah, pak Mus berusaha mengingatkan sang anak agar jangan berburuk sangka.
“Setiap tahun kan seperti itu, yah!” kata Sang anak masih saja menunjukkan kekecewaannya, walau sudah diingatkan sang ayah.
Rupanya masih terngiang oleh sang anak kejadian beberapa tahun yang lalu, bahkan terbaru peristiwa setahun yang lalu. Ketika momen pemotongan hewan kurban di dekat musala. Momen yang menyedihkan dan selalu diingat sang anak adalah saat pembagian daging kurban oleh panitia.
Semua warga yang berada di sekitar musala mendapatkan bagian daging kurban, kecuali Pak Mus sendiri. Padahal menurut panitia mereka sudah sangat memperhitungkan jumlah daging yang akan dibagikan, tapi setelah proses pembagian ternyata Pak Mus tidak mendapatkan bagian.
“Tahun kemarin itu, panitia salah dalam menghitung, Nak!” katanya.
“Tidak mungkin, Yah. Tidak mungkin hanya Ayah yang tidak kebagian,” tukasnya.
Sang anak terlihat masih kecewa dan tidak menerima alasan sang ayah.