Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Setahun Program Pendidikan Berdampak: Capaian dan Catatan

Al Mahfudd.-Dok Pribadi-

Oleh: Al-Mahfud

Keadilan dan pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu fondasi pembangunan pendidikan. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan jelas menjamin setiap anak yang tinggal di daerah mana pun harus mendapatkan kesempatan pendidikan dengan kualitas yang merata. Ini merupakan tantangan tentang bagaimana menghadirkan pendidikan yang berkualitas secara merata dan adil untuk semua. 

 

Wilayah Indonesia begitu luas, terdiri dari ribuan pulau dengan keragaman dan keunikan masing-masing. Keterbatasan akses dan infrastruktur pendidikan yang memadai, kondisi geografis yang terpisah jarak, demografi, hingga keterbatasan guru berkualitas menjadi tantangan yang dihadapi ketika berbicara tentang pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

 

Selama setahun terakhir, sepanjang periode Oktober 2024-September 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan dan menjalankan program prioritas Pendidikan Bermutu untuk Semua. Dengan alokasi anggaran Rp181,72 triliun, kini sudah mulai terlihat berbagai capaian atas implementasi program-program yang menarik untuk direfleksikan bersama. 

 

Salah satu capaian tersebut adalah program revitalisasi satuan pendidikan dari tingkat PAUD sampai SMA/SMK dan SLB yang dapat dikatakan telah melampaui target. Dari anggaran Rp16,97 triliun, tercatat sudah dialokasikan untuk 15.523 satuan pendidikan. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni 10.440 satuan pendidikan. 

 

Kemudian, ada juga program digitalisasi pendidikan untuk mendorong motivasi belajar siswa, mempermudah pemahaman materi, meningkatkan keterampilan digital hingga mengurangi learning loss akibat pandemi. Kebijakan ini dilakukan dengan memfasilitasi akses pembelajaran digital untuk lebih dari 285.000 sekolah pada jenjang PAUD hingga SKB, sebagaimana Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025.

 

Hal yang menarik dicermati adalah bagaimana capaian kedua program tersebut tak sekadar soal angka, namun telah memberikan dampak positif tidak hanya bagi siswa atau warga sekolah, namun juga bagi masyarakat. Prinsip swakelola dalam program revitalisasi sekolah terbukti telah mendorong dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar. Hal ini terjadi lewat pemberdayaan pekerja lokal hingga bahan baku bangunan lokal (kemendikdasmen.go.id, 9/10/2025).

 

Tak dapat dipungkiri, selain soal infrastruktur, tantangan dunia pendidikan di Indonesia adalah tentang kualitas dan kesejahteraan guru. Hasil survei Bank Dunia mengungkap kualitas guru di Indonesia masih di kategori rendah, sedangkan data Kemendikbud tantang Uji Kompetensi Guru (UKG) memperlihatkan kompetensi guru belum memuaskan. Artinya, guru mesti mendapatkan dorongan dan fasilitas untuk dapat meningkatkan kompetensi dan skill. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan