Setahun Program Pendidikan Berdampak: Capaian dan Catatan
Al Mahfudd.-Dok Pribadi-
Melihat persoalan tersebut, Kemendikdasmen memfilitasi pengembangan karier S1/D4 yang telah dirasakan 16.197 guru dan sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 804 ribu. Dengan kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), program ini menjadi sarana bagi guru-guru di daerah terpencil atau yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan pengembangan diri.
Terbukti, program tersebut telah membantu para guru mendapatkan pendidikan S1/D4 dan meningkatkan kualifikasi akademik. Sebagai salah satu contoh, Asep Dadang Supriyadi, Guru TK PGRI 2 Cihara Lebak, lulusan SMA yang telah merasakan manfaat langsung dari program ini, sehingga ia dapat meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai guru PAUD sesuai dengan standar yang ditetapkan (kemendikdasmen.go.id, 12/9/2025).
Kemudian demi meningkatkan kesejahteraan guru, ada tunjangan profesi bagi guru non-ASN @Rp2 juta yang telah disalurkan ke lebih dari 785 ribu guru. Kemudian ada juga Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar @Rp300 ribu bagi 253 ribu guru PAUD nonformal non-ASN dan Insentif guru non-ASN @Rp300 ribu per bulan, mulai Juni 2025 yang diberikan selama 7 bulan.
Sementara itu, bagi guru ASN, diberikan tunjangan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dengan anggaran Rp70 triliun yang telah dialokasikan untuk, Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi 1.522.722 guru, kemudian Dana Tambahan Penghasilan (DTP) untuk 332.170 guru; dan juga Tunjangan Khusus Guru (TKG) untuk 62.536 guru (kemendikdasmen.go.id, 12/9/2025).
Berbagai bentuk dukungan untuk guru mulai tunjangan, insentif, hingga beasiswa, tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup guru di Indonesia sehingga merasa lebih aman secara ekonomi. Ketika hal tersebut dirasakan, guru memiliki waktu dan kesempatan lebih untuk mengembangkan kompetensi dan keahlian sebagai pendidik.
Program pendidikan yang juga berdampak termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) dan beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah ADEM yang tercatat sudah membantu jutaan siswa dari keluarga prasejahtera, dari daerah 3T, hingga keluarga migran untuk melanjutkan sekolah. PIP menarget 18,5 juta siswa dengan pagu anggaran Rp13,5 triliun, sedangkan beasiswa ADEM menargetkan 4.679 siswa dengan pagu anggaran Rp127 miliar.
Selain itu, Program Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik saat ini telah menyalurkan Rp59,3 triliun untuk 50.463.212 peserta didik dan 422.106 satuan pendidikan. Lalu untuk meningkatkan pendidikan karakter siswa, ada Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Ketujuh kebiasaan tersebut ditanamkan dan dibiasakan untuk membentuk karakter positif bagi anak-anak Indonesia.