Pendidikan Bahasa dalam Kurikulum Berdampak
Shobrun Jamil.-Dok Pribadi-
Oleh Dr. Shobrun Jamil, S.Pd.I., M.A.
Dosen FTIK UIN Saizu Purwokerto
PENDIDIKAN bahasa menempati posisi yang sangat strategis dalam sistem pendidikan, sebab melalui bahasa manusia belajar berpikir, memahami dunia, dan membangun relasi sosial. Dalam konteks kebijakan pendidikan nasional saat ini, gagasan tentang Kurikulum Berdampak hadir sebagai upaya menjawab kritik bahwa pendidikan terlalu administratif dan kurang menyentuh realitas kehidupan peserta didik.
Pendidikan bahasa sering kali direduksi menjadi instrumen penguasaan kompetensi komunikatif semata. Padahal, bahasa bukan sekadar alat teknis, melainkan medium pembentukan kesadaran dan identitas. Jika kurikulum berdampak hanya dipahami secara pragmatis, maka pendidikan bahasa berisiko kehilangan ruh humanistiknya. Pendidikan bahasa semestinya menjadi fondasi pembentukan manusia yang berpikir dan berperasaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan di Indonesia diarahkan pada penguatan capaian pembelajaran yang terukur dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kebijakan ini tidak lepas dari tuntutan global yang menekankan daya saing, literasi fungsional, dan kesiapan kerja. Pendidikan bahasa pun diarahkan pada penguasaan keterampilan berbicara, menulis, membaca, dan menyimak secara efektif.
Namun, Paulo Freire mengingatkan bahwa pendidikan yang hanya berorientasi pada keterampilan teknis akan melahirkan manusia yang terampil tetapi tidak kritis. Bahasa, menurut Freire, seharusnya menjadi alat pembebasan, bukan sekadar sarana adaptasi. Dalam konteks ini, kurikulum berdampak harus diuji secara kritis. Apakah ia benar-benar membebaskan peserta didik atau justru menundukkan mereka pada logika pasar.
//Dimensi Etis dan Politis
Bahasa tidak pernah netral, sebab di dalamnya terkandung nilai, ideologi, dan cara pandang terhadap realitas. Ketika peserta didik belajar bahasa, sejatinya mereka sedang belajar memaknai dunia. Oleh karena itu, pendidikan bahasa tidak bisa dilepaskan dari dimensi etis dan politis.