Baca Koran babelpos Online - Babelpos

LGBT, Bagak-nya Manusia

Ahmadi Sopyan-screnshot-

Oleh: AHMADI SOFYAN

Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya

KAUM LGBT jangan pernah diberi panggung dan layar media. Jangan pernah diberikan ruang mempromosikan apapun di media sosial, apalagi kegiatan instansi pemerintah. Jangan menormalisasi yang tidak normal.

ADA sebuah nasehat, lucu tapi benar. “DALAM pernikahan itu, tidak penting beda usia, 

beda status sosial, beda suku, yang penting beda kelamin!”. Juga ada sebuah humor lama yang sekarang cukup populer diceritakan kembali tentang seorang banci (bencong)termasuk dalam komunitas LGBT sedang curhat kepada Pak Haji. Kepada Pak Haji sang banci bertanya tentang sebutan orang yang sudah meninggal dunia. “Pak haji, kalau perempuan mati disebut almarhumah, sedangkan kalau laki-laki mati disebut almarhum. Nah, kalau akika yang banci ini mati, disebut apa dong, Pak Haji?”. “Alumunium” jawab Pak Haji spontan. “Iiich.... Akika BANCI bukan PANCI!!” jawab sang banci dengan nada kesel.

***

DALAM beberapa tahun terakhir ini, fenomena komunitas “bagak” dan mungkar bernama LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) menjadi tranding topic dalam berbagai media sosial, pembicaraan oleh semua kalangan, terutama di wilayah kota besar metropolitan, bahkan sekarang sudah ke wilayah perkotaan kecil dan kampung-kampung. Sisa-sisa manusia bejat era Nabi Luth ternyata masih ada di dunia ini bahkan hendak berkembang biak di Indonesia yang mayoritas adalah muslim. 

Beberapa tahun silam, saya diskusi langsung dengan H. Rhoma Irama. Salah satu diskusi kala itu soal maraknya LGBT menyerang bangsa ini yang sarat dengan konspirasi merusak Islam dan Indonesia secara tersistematis. Tidak hanya itu, this is crime and sabotage againts humanity. Apa yang diungkapkan H. Rhoma Irama dalam obrolan santai kami sore menjelang senja itu memang sangat sarat dengan kenyataan jika kita menelisik dari sejarah dan propaganda legalisasi kaum LGBT ini. Bahkan beberapa kali saya menyaksikan di beberapa cafe bagaimana anak-anak muda pria metropolitan yang cukup bersih, ganteng, klimis, tapi bermesraan dengan pria juga tanpa ada rasa malu. Melihat aksi mereka terus terang rasanya sangat menjijikkan “mengkual” dan “gelik yok”. Berbeda jika melihat perempuan muda seksi, justru “nelan aek yok”.

Dalam konsep agama mana pun, terutama Islam, tidak pernah ada konsep LGBT, apalagi sampai menghalal-kannya dengan melegalisasi seperti yang dituntut oleh kaum turunan umat bejat Nabi Luth as sekarang ini. Persoalan ini bukanlah persoalan ringan, ecek-ecek, tidak penting atau cukup diremehkan, tapi ini adalah persoalan besar bagi pekembangan generasi muda di negeri ini, terutama moral dan azab Tuhan. Saat imi, propaganda-propaganda dengan mempromosikan dan mengkampanyekan LGBT sudah sangat jelas dan tanpa malu-malu lagi.

Propaganda dikalangan remaja bahkan anak-anak, baik melalui media, film, video klip, gambar, lagu, maupun mainan adalah sebuah kejahatan. Sebagai orangtua, tentunya ini sudah pada tingkat kecemasan. Apalagi propaganda secara masif dan tidak boleh didiamkan oleh semua pihak yang mencintai akan perkembangan moral generasi yang akan datang. 

 

Konspirasi Dunia (Sekulerisme)

Berkembangnya komunitas LGBT di Indonesia merupakan produk liberlalisme sekuler dan anti agama yang akan menggerogoti kehidupan berbangsa dan bernegara. LGBT merupakan ancaman dan penyimpangan fitrah manusia, jati diri rakyat, bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Ditinjau dari filosofi, ideologi, agama serta dasar berpikir mayortas bangsa Indonesia, maka eksistensi para pendukung LGBT sudah sangat jelas menyimpang dari landasan konstitusi negara RI.

Komunitas LGBT adalah komunitas mungkar, “bagak” dan sangat menyimpang bahkan keluar dari HAM demi memuaskan hawa nafsu dan hasrat menyimpang mereka sendiri. Kehadiran mereka ditengah masyarakat, bukan saja tidak memberikan dampak positif apapun, tapi justru merusak moral masyarakat yang menjadi pilar pokok bagi bangsa sebuah negara. LGBT sesungguhnya anti agama, meskipun penganutnya mengaku beragama. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan