Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Marhaban ya Ramadan

Sya.msul Bahri-Dok Pribadi-

Oleh Syamsul Bahri

Kepala MTs Al-Hidayah Toboali

 

Menjelang bulan Ramadan, kita akan sering mendengar ungkapan “Marhaban Ya Ramadan”, entah itu berupa seruan atau tulisan saja. Ucapan tersebut biasanya dimaksudkan sebagai sambutan kepada bulan suci yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh umat Islam, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. 

 

Sebenarnya dalam bahasa arab ada juga kata yang mempunyai arti selamat datang, seperti kata “ahlan wa sahlan”. Lalu pernahkah kita bertanya: mengapa kita menggunakan ungkapan “Marhaban Ya Ramadan” bukan “Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadan”? Padahal kedua kata ini sama artinya, yaitu selamat datang.

 

Mari kita telusuri lebih lanjut. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata marhaban diartikan dengan kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu, yang sederhananya berarti "Selamat Datang". Menurut M. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Lentera Hati, para ulama menggunakan kata marhaban bukan ahlan wa sahlan untuk menyambut bulan Ramadan karena ada perbedaan dalam artinya.

 

Ahlan terambil dari kata ahl yang berarti “keluarga”, sedangkan sahlan dari kata sahl yang berarti “mudah” (sahl  juga berarti “dataran rendah” karena mudah dilalui oleh para pejalan kaki, tidak seperti tanjakan tinggi). Selain itu dalam ungkapan Ahlan wa sahlan yang artinya juga selamat datang, terdapat ungkapan tersirat yaitu (kamu berada di tengah-tengah) keluarga dan (melangkahkan kaki di) dataran rendah yang mudah.

 

Sedangkan Marhaban, diambil dari kata rahbun yang berarti “luas atau lapang”, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dan diterima dengan lapang dada, penuh kegembiraan serta dipersiapkan baginya ruangan yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya. Marhaban Ya Ramadan, “Selamat datang Ramadan”, berarti kami menyambutmu dengan penuh kegembiraan dan telah persiapkan untukmu tempat yang luas agar engkau bebas melakukan apa saja, yang berkaitan dengan upaya mengasah dan mengasuh jiwa kami.

 

Marhaban Ya Ramadan, kami menyambutmu dan siap untuk melakukan apa saja demi memperoleh kemuliaan dan kebaikan itu. Marhaban Ya Ramadan, selamat datang tamu agung yang jika dianalogikan, tamu agung yang berkunjung ke satu tempat, tidak akan datang menemui setiap orang di lokasi tersebut walaupun setiap orang di sana mendambakannya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan