Di Bawah Bianglala

Di Bawah Bianglala

Jumat 31 Oct 2025 - 19:33 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

“Kalau ada yang mau ikut besok sore kita kumpul di dekat pantai untuk membahasa teknisnya” anjing hitam kembali mengajak teman-temannya sekaligus menutup rapat.

 

*****

 

Sore hari yang dijanjikan anjing hitam sudah tiba. Tampak tikus curut dan cacing tanah bergegas menuju tempat yang sudah disebutkan anjing hitam. Keduanya membutuhkan effort yang besar untuk sampai ke lokasi itu. Tikus curut walaupun biasa cepat dalam bergerak, namun karena kaki kirinya lagi sakit sehingga menghambat laju jalannya, kalau cacing tanah tidak perlu dijelaskan lagi.

 

Akhirnya dengan kepayahan, tikus curut dan cacing tanah tiba di lokasi yang ditentukan. Terlihat anjing hitam duduk santai di atas batu besar. Ia menatap ke arah air laut yang sedang pasang. Air laut itu terus mencium batu yang diduduki anjing hitam. Sesekali air laut itu menyentuh kaki anjing hitam, sehingga membuat kaki anjing hitam sedikit basah. Pohon-pohon di pinggir pantai membuat panorama sejuk semakin kentara.

 

Melihat kedua sahabatnya datang, anjing hitam tidak merubah posisinya. Sikap anjing hitam sangat berbeda waktu rapat semalam. Sore itu anjing hitam tampak santai dan seperti orang yang paling sabar.

 

“Hey, sobat, bagaimana rencana demonstrasi kita?” tanya tikus curut setelah berada dekat dengan anjing hitam.

“Demonstrasi apa?” jawab anjing hitam sekenanya. Tanpa menoleh ke arah tikus curut dan cacing tanah.

“Rencana kita semalam?” cacing tanah berusaha mengingatkan anjing hitam.

 

“Batal!!!...tidak jadi demonstrasi, tidak ada unjuk rasa!!!” anjing hitam kembali menjawab dengan cueknya.

Setelah itu semua diam. Tikus curut dan cacing tanah saling bertatapan. Mereka merasa ada sesuatu yang terjadi dengan anjing hitam.

Tags :
Kategori :

Terkait