Secara pribadi, saya sangat bermimpi dan berharap menjadi kenyataan, hadirnya kepemimpinan Hidayat Arsani menjadi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ditengah mundurnya perekonomian serta pergolakan persoalan timah, dapat menujukkan integritas di tengah birokrasi Negeri Serumpun Sebalai. Sebab, tanpa integritas itu maka hanya akan menambah deretan para pemimpin yang transaksional, sibuk mengejar popularitas dan berakhir dengan mengumpulkan pundi-pundi isi tas. Namun, ibarat laut, Bangka Belitung memiliki aneka ragam ikan yang hidup didalamnya. Ada yang penuh tulang, ikan berdaging enak dan ada pula ikan yang berpatil tajam dan siap menusuk dengan memberikan bisanya. Disinilah butuh kekuatan iman & mental dalam menjaga integritas.
Terakhir, ada ungkapan yang pernah saya dengar: “Tuhan menciptakan dunia dan seisinya ini penuh dengan rezeki yang mencukupi bahkan berlebihan sejak manusia zaman Nabi Adam hingga kiamat nanti, tapi dunia dan seisinya ini tidak akan mampu mencukupi untuk 1 manusia yang serakah”. Selanjutnya, bagi mereka yang masih memiliki integritas, maka jagalah mutiara itu, sebab yang namanya mutiara, dimana pun ia berada, bahkan di dalam tong sampah atau kubangan kotoran sekalipun, dirinya tetaplah mutiara yang berharga.
Kemana mencari si tuan putri
Tali seutas mengikat ikan
Tidaklah lagi bernilai diri
Kalau integritas sudah digadaikan
Salam Intergitas!(*)