Ecotheology for Green Madrasah
Siti Aminah.-Dok Pribadi-
Pendidikan lingkungan akan lebih kuat jika dihubungkan dengan persoalan nyata di sekitar madrasah, seperti pengelolaan sampah keluarga, kebersihan sungai, penghijauan lingkungan, konservasi air, dan kesiapsiagaan bencana. Dengan demikian sangat diperlukan upaya-upaya strategis agar murid memiliki kesadaran dan tanggungjawab dalam menjaga dan mencintai lingkungannya.
Akhirnya, ekoteologi harus dimaknai sebagai gerakan pendidikan masa depan bumi. Ia bukan program tambahan, melainkan cara baru memaknai pendidikan keagamaan di tengah krisis ekologis. Madrasah yang mengimplementasikan ekoteologi sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ecological conscience. Generasi yang memahami bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal yang bisa dieksploitasi secara liar, melainkan amanah yang harus dirawat dan dijaga keseimbangan maupun kelestariannya.
Dari ruang kelas, halaman madrasah, kantin, tempat ibadah, laboratorium, hingga rumah peserta didik, nilai ekoteologi dapat tumbuh menjadi budaya ekologis. Jika madrasah mampu menghubungkan ilmu, iman, dan aksi, maka pendidikan tidak hanya mencerdaskan manusia, tetapi juga ikut menyelamatkan masa depan bumi.(sumber kemena.go,id dengan judul yang sama)**