Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Nilai Pendidikan dalam Isra Mikraj

Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-

Nilai pendidikan lain yang dapat dilihat pada peristiwa isra mikraj adalah “oleh-oleh yang didapat nabi ketika mikraj, yaitu perintah salat. Dalam sebuah hadis dinyatakan bahwa salat adalah tiang agama, apabila salat dikerjakan berarti sudah mendirikan agama namun sebaliknya apabila salat ditinggalkan maka sama seperti merobohkan agama. Di sini urgennya posisi salat. Sehingga pantas jika salat harus diambil sendiri oleh nabi Muhammad berbeda dengan perintah-perintah yang lain.

Ada beberapa nilai pendidikan yang dapat diambil dari salat. Pertama, salat mengajarkan untuk bersih dan suci. Bersih secara jasmani maupun secara rohani. Bersih secara jasmani diawali ketika kita hendak mengerjakan salat harus berwudu terlebih dahulu. Di dalam Islam pembelajaran tentang wudu selalu menjadi bab pertama. Kemudian selain suci secara jasmani salat juga membuat suci hati, sebab ketika salat ditegakkan maka hati menjadi tentram dan damai, karena seyogyanya ketika salat dikerjakan maka Allah akan selalu diingat dan selalu dalam hati.

Yang kedua nilai pendidikan dalam salat adalah disiplin. Seperti yang kita ketahui salat itu sudah ditentukan waktunya. Sehingga tidak bisa melakukan salat ketika waktunya belum masuk atau waktunya sudah berlalu. Salat harus dikerjakan pada rentang waktu yang sudah ditentukan. Di sinilah nilai pendidikannya. Memanagemen waktu merupakan langkah awal untuk bisa disiplin. 

Salat mengajarkan untuk bisa disiplin. Gerakan-gerakan salat yang sudah diatur gilirannya juga mengajar untuk disiplin. Mulai dari niat sampai salam harus dilakukan dengan berurutan tidak boleh mendahului satu sama lainnya. Harapannya tentu nilai-nilai pendidikan dalam isra mikraj ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan