Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Gus Yaqut Seret Jokowi?

Yaqut Cholil Qoumas-screnshot-

DALAM sebuah podcast, Gus Yaqut akui kaget Jokowi dapat tambahan kuota haji 2024 setelah bertemu dengan MBS atau Mohammed bin Salman selaku Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi.

------------------

PENGAKUAN ini disampaikan oleh Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut mantan Menteri Agama, karena waktu Indonesia mendapatkan tambahan kuota haji, dirinya tidak diajak oleh Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Saat pertemuan dengan MBS, Jokowi datang ke Arab Saudi didampingi oleh Dito Ariotedjo yang saat itu menjabat sebagai Menpora, Erick Thohir saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN.

“Selain itu ada Mensesneg dan Menseskab, kalau saya tidak salah,” ungkapnya melakukan podcast di akun@ruangpublik.

Gus Yaqut mengakui jika dirinya mengetahui bahwa Indonesia mendapatkan tambahan kuota haji dari akun youtube Sesneg.  Murut mantan Menteri Agama tersebut, jika saja dirinya diajak untuk menemui BMS dan mendapatkan tambahan kuota haji, maka akan memberikan masukan terkait kesiapan haji 2024.

Pasalnya, penambahan kuota 20.000 jamaah tersebut bukanlah angka yang kEcil dalam melakukan persiapan serta menangani prosesi ibadah haji.  Mulai dari lokasi penginapan jamaan, distribusi makanan, serta mobilisasi saat jamaan menjalankan ibadah haji.

Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut menyampaikan jangankan penambahan 20.000, saat 2023 penambahan 8.000 saja sudah sangat sulit bagi panitia haji dalam menangani jamaah di Tanah Suci.

“Ketika mengetahui penambahan kuota haji, saya pikir adalah presiden ini sedang bermasalah dengan saya atau bagaimana,” ungkapnya.

“Apa saya ini dianggap melakukan kesalahan, sehingga ketika bicara soal ke penambahan kuota haji kok saya enggak diajak gitu,” kenang Gus Yaqut.

Adapun penambahan kuota haji 2023, Gus Yaqut menyampaikan jika dirinya sendiri saat itu datang ke Arab Audi untuk melakukan lobi dan berhasil mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak 8.000 jamaah.

Gus Yaqut mengakui saat menerima kabar bahwa panambahan kuota sebanyak 20.000, dirinya dan tim berpikir keras bagaimana menangani jamaah dengan penambahan sebanyak itu.  Menurut Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, angka tersebut tidaklah realistis.

Pasalnya pada penyelenggaraan haji 2024, di Muzdalifah ada pengurangan lahan sekitar 2 hektar karena pembangunan toilet baru.  

Sedangkan di Mina sendiri tidak ada penambahan space dan Mina Jati tidak di boleh digunakan berdasarkan kesepakatan dengan DPR.  Dengan demikian semua jamaah digeser ke Mina, selain itu juga terdapat berbagai permasalah lain seperti keterbatasan embargasi dan penambahan pesawat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan