Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Pohon Besar di Ujung Desa

Syabaharza-Dok Pribadi-

Penyebab ketidakberanian orang menebang pohon itu karena siapa saja yang mencoba menebang pohon itu akan mengalami nasib sial, mulai dari sakit parah, menjadi gila bahkan ada yang meninggal dunia sehari setelah mencoba menebang pohon itu.

 

“Siapa yang berani menebangnya?” orang yang berkumis tebal kembali berbicara dengan nada bertanya. Pertanyaan itu ditujukan kepada semua yang hadir. 

 

“Selama ini sudah banyak yang mencoba menebangnya, tapi apa? tidak ada yang berhasil.”

 

Lelaki berkumis tebal itu kembali melanjutkan sambil ia merogoh sebongkah ubi kayu yang disajikan sebagai camilan rapat. Tapi sejurus kemudian ubi itu dilemparkannya ke tanah, karena ternyata ubi itu tidak mempur.

Peserta rapat yang hadir hanya bisa saling lihat. Mereka membenarkan ucapan pria berkumis tebal itu.

 

“Saya ada kenalan orang desa tetangga, dia biasa menebang pohon-pohon besar,” kata seorang pria muda menawarkan.

 

Pria yang masih muda itu dikenal di desa itu sebagai orang yang bersifat modern. Pria itu jarang berada di desa karena bekerja di luar. Ia meyakini bahwa segala sesuatu tidak ada sangkut pautnya dengan hal-hal mistis. Ia berkeyakinan segala sesuatu bisa diselesaikan dengan logika. Sehingga ia menepis anggapan bahwa pohon besar tidak bisa ditebang karena ada penunggunya. 

 

Ia berasumsi bahwa belum ada saja alat canggih yang mampu merobohkan pohon besar itu, sehingga ia yakin orang yang ditawarkannya itu akan berhasil menaklukkan pohon besar itu.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan