Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Pohon Besar di Ujung Desa

Syabaharza-Dok Pribadi-

CERPEN SYABAHARZA 

SUASANA rumah salah satu warga desa sangat ramai malam itu. Sebagian ada yang masih menangis. Yang paling kentara bersedih dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Mereka adalah orang tua dari anak yang hilang sore tadi. 

 

Tragedi hilangnya seorang anak kecil terjadi lagi di desa tersebut. Pola hilangnya juga sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Anak-anak bermain di ujung desa kemudian tidak kembali lagi ke rumah. Ya begitulah siklusnya terus berulang.

 

Sebagian besar masyarakat desa meyakini bahwa penyebab hilangnya anak-anak di desa itu karena diculik makhluk halus penunggu pohon besar. Pohon besar yang menjulang ke langit itu sudah berumur ratusan tahun, bahkan sebelum desa itu ramai seperti sekarang ini pohon itu sudah ada. Sehingga menjadi pantangan jika anak-anak bermain di area pohon besar itu. Namun anehnya selalu saja ada anak-anak yang berani bermain di sana. Entah terkena guna-guna atau magnet pohon besar tersebut. Sehingga pasti ada saja korban yang hilang tiap pekannya.

 

Jika dilihat dengan kasat mata, tidak ada keanehan dengan pohon besar yang dimaksud. Pohon itu biasa saja dengan batang yang sedikit membengkok dan dengan sedikit daun yang menghiasinya. Kalau siang hari pohon itu seperti pohon-pohon kebanyakan. 

 

Bahkan kalau lewat siang hari tidak ada tanda-tanda keanehan. Rumput-rumput tumbuh subur di bawah pohon itu. Tapi, jangan coba-coba berada di bawah pohon itu pada waktu malam hari. Aura negatifnya sangat terasa bahkan ketika magrib menjelang aura negatif pohon itu sudah hadir dan akan membuat bulu kuduk berdiri.

 

Konon pohon besar itu tidak ditanam oleh siapa pun. Pohon itu tumbuh dengan sendirinya. Kisahnya didapat dari para sesepuh desa. Sesepuh desa mengatakan bahwa pohon itu sudah ada sebelum mereka membuka desa tersebut. Menurut para sesepuh, desa itu dulu merupakan alas dan tidak ada satu pun rumah yang didirikan. 

 

Baru beberapa tahun kemudian ada beberapa orang yang berani membuka alas tersebut untuk dijadikan sebuah desa. Ketika membuka desa itulah baru diketahui ada pohon besar itu. Keanehan muncul ketika pohon besar itu hendak ditebang, tidak ada satu pun yang berhasil melakukannya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan