Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Satu Tahun Pendidikan Berdampak: Menenun Akses, Mutu, dan Kesetaraan

Aolia-Dok Pribadi-

Sistem Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang menggantikan PPDB juga menjadi tonggak baru reformasi kebijakan. Berdasarkan Survei Katadata Insight Center (KIC, 2025), 80% publik mengenal SPMB, 88% menilai sistem ini lebih baik dari PPDB sebelumnya, dan 90% menyatakan sesuai harapan. Mayoritas orang tua merasa SPMB membawa keadilan baru bagi siswa berprestasi, keluarga kurang mampu, dan penyandang disabilitas.

 

Namun, kritik tetap muncul sebagai penyeimbang. 24,9% responden menilai sosialisasi masih minim, dan 10,2% melaporkan kendala teknis pendaftaran daring. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyoroti adanya praktik kecurangan di jalur prestasi dan domisili—tanda bahwa sistem baru masih butuh penyempurnaan. Tapi di sisi lain, transparansi dan keadilan yang meningkat menunjukkan arah yang benar: pendidikan makin mendekati prinsip meritokrasi yang sejati.

 

Semua dinamika ini menunjukkan bahwa reformasi pendidikan bukan proyek yang selesai dengan laporan, melainkan proses panjang yang tumbuh bersama waktu. Guru butuh ruang untuk berpikir dan dihargai, murid butuh kesempatan untuk bermimpi dan berjuang, sementara kebijakan butuh kejujuran untuk terus belajar dari realitas.

 

Dan di sinilah refleksi itu menemukan maknanya: “bahwa pendidikan bukan hanya tentang membangun sistem yang efisien, tetapi menumbuhkan manusia yang berdaya”.

 

Ketika guru mengajar dengan hati, murid belajar dengan semangat, dan pemerintah mendengar dengan tulus—di sanalah pendidikan Indonesia benar-benar bergerak dari program menuju peradaban.**

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan