Menyongsong Capaian Pendidikan Berdampak: Transformasi Satu Tahun Kemendikdasmen
Ilustrasi-screenshot-
4. Program Indonesia Pintar (PIP): Melanjutkan Asa Anak Negeri
Bagi banyak keluarga, pendidikan masih menjadi perjuangan ekonomi. Karena itu, Program Indonesia Pintar (PIP) terus diperluas dengan anggaran Rp13,5 triliun untuk 18,5 juta siswa, serta program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi 4.679 siswa daerah khusus dengan Rp127 miliar. Kehadiran PIP bukan hanya bantuan uang; ia adalah pernyataan bahwa negara hadir di setiap langkah anak-anak yang berjuang melawan kemiskinan melalui pendidikan.
Laporan Kemendikdasmen (2025) menunjukkan tingkat keberlanjutan sekolah bagi penerima PIP meningkat hingga 92%. Ini berarti, sebagian besar anak penerima bantuan kini mampu menuntaskan jenjang pendidikan menengah. Seperti diungkapkan oleh seorang penerima manfaat di NTT dalam rilis resmi, “Uang PIP bukan sekadar dana, tapi jembatan menuju masa depan yang dulu terasa jauh.”
5. Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP): Napas Sekolah Sehari-hari
Setiap sekolah hidup dari keseimbangan antara kebijakan pusat dan kebutuhan lokal. Program Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) menyalurkan Rp59,3 triliun untuk 50,46 juta peserta didik dan 422.106 satuan pendidikan melalui DAK Non Fisik.
BOSP memungkinkan sekolah mandiri dalam mengelola dana operasional mulai dari perawatan fasilitas hingga kebutuhan pembelajaran tematik.
Program ini menghapus stigma bahwa sekolah negeri selalu bergantung pada birokrasi lambat. Kini, sekolah di daerah terpencil dapat membeli alat praktik, mendukung kegiatan ekstrakurikuler, dan memperbaiki ruang kelas tanpa menunggu instruksi panjang dari pusat.
Kemendikdasmen menyebut, “BOSP adalah denyut kehidupan sekolah. Di sanalah otonomi pendidikan bekerja.” (kemdikdasmen.kemdikbud.go.id)
6. Tunjangan Guru ASN: Memperkuat Loyalitas dan Dedikasi