Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Sikok Bagi Limo: Parodi Politik di Tanah Serumpun Sebalai (1)

Fadilah-Dok Pribadi-

 

//Kemenangan Kotak Kosong Pilkada Kabupaten Bangka 

Ketika Kemenangan kotak kosong dalam kontestasi pemilihan kepala daerah secara serentak di Indonesia, ketika itu pula mencerminkan situasi politik yang unik di sebuah daerah di mana rekam jejak kontestan menjadi perhitungan bagi masyarakat. 

 

Kotak kosong dalam demokrasi memiliki beberapa cara yang penting dan relevan, terutama dalam konteks Pilkada dengan calon tunggal. beberapa narasi yang sering dikaitkan dengan kotak kosong dalam sistem demokrasi, yaitu Simbol penolakan terhadap status quo. Demokrasi sebagai kebebasan memilih Kotak kosong dianggap sebagai cara masyarakat mengekspresikan ketidakpuasan terhadap calon tunggal, baik karena kebijakan, rekam jejak, atau kurangnya alternatif dalam kontestasi politik.

 

Di samping itu dapat pula dikatakan dengan narasi lebih mengerucut yaitu protes terhadap oligarki kekuasaan yang disebut dengan keserakahan partai politik yang bersifat pragmatism tujuan politik.  Dalam beberapa kasus, dominasi politik oleh kelompok tertentu memicu persepsi bahwa proses pencalonan tidak inklusif, dan kotak kosong menjadi alat untuk melawan hegemoni tersebut.

 

Dalam sebuah peristiwa yang mengundang perhatian luas, Pilkada Kabupaten Bangka mencatat babak baru dalam sejarah demokrasi lokal. Untuk pertama kalinya, kotak kosong meraih kemenangan besar melawan calon tunggal yang diajukan oleh partai politik. Fenomena ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah bagi masyarakat kabupaten Bangka, tetapi juga menggambarkan kekuatan suara rakyat sebagai elemen utama dalam sistem demokrasi. 

 

Kontestasi pemilhan kepala daerah di kabupaten Bangka tersebut hanya di ikuti oleh satu pasang saja yaitu Mulkan-Ramadian, dengan dukungan seluruh partai yang ada di kabupaten Bangka, tanpa tersisa, sehingga kontestasi Pilkada kabupaten Bangka akan saling berhadapan antara pasangan Mulkan-Ramadian dengan kotak kosong. 

 

Sang petahana  bukanlah pemain politik yang biasa saja untuk ukuran sekelas kabupaten Bangka, ia kampiun dalam kekuatan politik , yang membuat ia menjadi ketua partai, anggota  DPRD ( Dewan Perwakilan Rakya Daerah ) kabupaten Bangka sampai dengan menjadi ketua DPRD ( Dewan Perwakilan Rakya Daerah ), puncaknya ketika ia didapuk menjadi bupati Bangka  pada tahun 2018 -2023, dengan kemenangan mutlak.  

 

Pada kontestasi Pilkada kali ini tahun 2024 Mulkan kembali maju dengan berpasangan Ramadian, Perhitungan cepat atau Quick Count Pilkada Bangka 2024 telah selesai dilakukan. Dari 455 TPS yang ada di Kabupaten Bangka, kotak kosong atau kolom kosong meraih 67.546 suara atau 57,25 persen.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan