Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Kemiskinan Makin Mencekik, Buah Pahit Ekonomi Kapitalistik

Nurul Aryani-Dok Pribadi-

 

Dominasi para konglomerat dalam sistem kapitalisme sangat kental. Sehingga iklim kehidupan yang diciptakan adalah hidup yang hanya nyaman untuk orang kaya, tidak ada tempat nyaman untuk orang miskin. Muncullah istilah yang sangat sering kita dengar, “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”.  

 

Sebagai contoh, menurut laporan WIR (World Inequality Report) 2022,  1% orang terkaya di Indonesia menguasai 30,16% total aset rumah tangga nasional. Angka ini berbanding jauh dengan 50% kelompok terbawah Indonesia yang hanya menguasai 4,5% dari total kekayaan rumah tangga nasional. 

 

Bukan hanya soal kekayaan, pendapatan kelompok ekonomi elit dan bawah Indonesia juga amat sangat jomplang. 1% orang terkaya Indonesia berpendapatan US$1,2 miliar per tahun. Sedangkan 50% orang terbawah hanya berpenghasilan Rp25,11 juta per tahun pada 2022.  

 

Lantas bagaimana mereka mau mendapat harta jika semua kekayaan secara rakus disedot oleh kelompok terkaya saja? Laporan WIR diatas juga selaras dengan laporan Oxfam yang bertajuk “Time to Care”,  melaporkan bahwa jumlah kekayaan 2.153 miliuner dunia melebihi kekayaan 4.6 miliar orang di dunia. 

 

Artinya sekitar 0.0003% populasi orang super kaya menguasai hampir 60% total kekayaan dunia. Maka tidak heran jika ditemukan di wilayah atau negara yang penduduknya menyandang status kemiskinan ekstrim tapi disisi lain orang kaya mereka menimbun harta yang sangat fantastis. 

 

Sebut saja orang terkaya di Asia, Mukesh Ambani yang harta kekayaannya amat sangat fantastis namun negaranya -India- menyumbang angka kemiskinan ekstrem yang tinggi.

 

Ini menegaskan bahwa kondisi ekonomi memang tidak baik-baik saja. Ketimpangan yang amat dalam menunjukkan kondisi hidup yang jauh dari ideal. Kemiskinan yang terjadi bukan hanya di Indonesia tetapi dunia, walau berbeda penguasanya tapi kenapa amat mirip kondisi ekonominya? Tidak lain dan tidak bukan sebab berbagai negara hari ini menerapkan sistem ekonomi yang sama yakni sistem ekonomi kapitalisme. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan