Kawa Nyusah Pasca Lebaran
Ahmadi Sopyan-screnshot-
PASCA Ramadhan dan berakhirnya perayaan Idul Fitri 1447 H H. Insya Allah hati bersih setelah bermaaf-maafan lahir dan bathin, tentunya kesempatan yang sangat bagus bagi kita masyarakat Melayu (pribumi) untuk menunjukkan kualitas diri dalam karya dan kerja nyata. Semua manusia diciptakan sama, selain taqwa (dalam penilian Allah SWT), semangat, pola pikira dan pola kerja yang membedakan kita apakah menjadi orang yang sukses atau tetap konsisten hidup susah akibat perilaku “dak kawa nyusah”.
Yo seperadik, sisingkan lengan baju, instal ulang semangat dan konsep kerja pasca Ramadhan dan Idul Fitri. Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Jika tak mampu sendiri, lakukan kerjasama. Tak ada yang mau kerjasama, lakukan sendiri. Buktikan bahwa orang Bangka itu rajin, giat, penuh semangat, dak cuma pintar ngomong, dak cuma pintar “ingel-ingel” (bercanda), dak cuma pintar ngeritik gawe orang, dak cuma rajin nongkrong di warung kopi, dak cuma pinter bekisah, dak cuma pintar ngerahul.
Yakinlah bahwa kesuksesan itu bukan seberapa pintar dan hebat kemampuan Anda, tapi seberapa cerdas dan “kawa” (mau) Anda mengolah kemampuan yang tak seberapa menjadi berarti dan bermakna hingga membuat Anda sukses! Karena sukses bukan hanya milik orang pintar, bukan hanya milik orang kaya, tapi miliki orang ‘kawa begawe” (mau bekerja)! “Man jadda wa jadda” (siapa giat/rajin dia dapat)! Lakukan apa yang bisa dilakukan, bukan melakukan apa yang sekedar mau dilakukan! Ingatkah kita nasehat orang-orangtua dulu?: “Apa yang pacak digawe, gawelah” (apa yang bisa dikerjakan, maka kerjakanlah!)
Pasca Lebaran (Idul Fitri 1477 H) ini, disaat ekonomi kacau balau, MBG makin bikin sesak uang negara, efisiensi hanya akal-akalan saja, dan kebutuhan hidup semakin meninggi, mari kita buktikan bahwa orang Bangka “Kawa Nyusah” di negeri sendiri! Mohon maaf lahir bathin…!
Salam Kawa Nyusah!(*)