Provinsi Babel dalam Memori Emron Pangkapi, = Provinsi Wartawan
Safari Ans dan Emron Pangkapi-screnshot-
Setelah RUU Kep. Babel diundangkan pada tanggal 4 Desember 2000 dalam Lembaran Negara sebagai UU No.27 Tahun 2000 ttg Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perjuangan beralih kepada isu penetapan Pejabat (caretaker) Gubernur. Banyak nama Pejabat Eselon I Kemendagri yang beredar.
Kami dari Tim Pokja bersama Drs. Ahmad Rusdi (mantan pejabat teras Depdagri), bergerilya agar Pejabat Gubernur jatuh kepada Sekjen Depdagri Amur Muchasim SH. Alasannya adalah Pak Amur pejabat yang sudah banyak membantu kelancaran proses perjuangan pembentukan Provinsi Kep. Babel.
Bagi saya pribadi, Pak Amur Muhasim adalah mitra kerja, sahabat lama ketika saya wartawan yang sehari-hari bertugas liputan Kemendagri dimana Pak Amur menjadi Kepala Biro Humas/Juru Bicara Depdagri era Mendagri Rudini (1988-1993). Hampir lima tahun saya seiring sejalan mengikuti kunjungan kerja Mendagri Rudini bersama Pak Amur Muhasim ke seluruh Indonesia.
Awal Februari 2001 Keppres tentang penunjukan pejabat Gubernur Babel sdh keluar. Sah, Amur Muhasim sebagai Pj Gubernur. Kami mengkonsultasikan jadwal peresmian Babel ke berbagai pihak. serta mengusulkan pelantikan di hari Jumat berkah tanggal 9 Februari 2001 dengan pertimbangan hari baik, penghulu hari dan tanggal yang sama dengan HUT PWI sekaligus bentuk penghormatan peranan wartawan yang berjuang di garis depan.
Sekjen Depdagri/Pj. Gubernur Amur Muchasim dapat memahami dan mendukung aspirasi itu. Sebagai mantan Kepala Biro Humas beliau juga merasa bagian dari wartawan.
Kami juga membahas berbagai skenario sekiranya Mendagri tidak bisa hadir meresmikan dan melantik Pejabat Gubernur, maka harus ada alternatif apalagi situasi politik nasional sedang tidak menentu. Pengalaman pengesahan UU di paripurna DPR yang tertunda membuat adanya skenario alternatif.
Salah satunya pelantikan Pj Gubernur oleh Mendagri dilakukan di Jakarta, atau pilihan lain dengan mempersiapkan Menteri Yusril Ihza Mahendra sebagai Mendagri ad-interim, sebagaimana waktu sidang paripurna "ketok palu" beliau bertindak mewakili pemerintah. Ketika undangan peresmian Provinsi Babel sudah beredar luas. Kota Pangkal Pinang sudah berhias. Lapangan Merdeka sudah ditata.
Umbul-umbul sudah terpasang dari Bandara hingga Balai Kota, pada tanggal 7 Februari 2001 (H - 2), masyarakat Indonesia dan lebih khusus warga Babel dikejutkan pengumuman Presiden Abdurrahman Wahid yang memberhentikan putra Babel Yusril Ihza Mahendra dari jabatan Menteri Hukum dan Perundangan. Maka pupus sudah salah satu alternatif.
Padahal masyarakat sedang bersiap-siap ingin mengelu-elukan kehadiran Menteri YIM di hari "proklamasi" yang bersejarah di lapangan Merdeka Pangkalpinang. Jasanya sangat besar bagi terbentuknya Provinsi Kep. Babel. Malangnya Prof. Yusril beserta sejumlah tokoh nasional yang disiapkan akan duduk di kursi VVIP batal hadir.
Maka peresmian Provinsi Babel Hari Jumat 9 Februari 2001 dilakukan Mendagri Soerjadi Soedirdja dengan sangat tergesa-gesa, dalam upacara yang berlangsung kurang dari 1 jam. Mendagri segera bergegas ke Bandara untuk terbang kembali ke Jakarta karena situasi politik nasional genting, Presiden Abdurrahman Wahid melakukan Reshuffle Kabinet. Beberapa menteri diberhentikan dan sebagian tukar tempat.
Terlupakan?
Kisah pembentukan provinsi kini berkembang. Alur sejarah belok ke kiri dan ke kanan. Karenanya, catatan tentang sejumlah wartawan yang berperanan sebagai lokomotif perjuangan ini terpaksa saya beberkan, sebab para pejuang sejati itu hilang dalam sejarah. Apalagi nama-nama mereka tidak pernah ada dalam SK Presidium. Bravo Babel.***