Provinsi Babel dalam Memori Emron Pangkapi, = Provinsi Wartawan
Safari Ans dan Emron Pangkapi-screnshot-
Tanggal 9 Februari, hari peresmian Provinsi Kep. Babel yang bersamaan dengan Hari Pers Nasional, yang dirayakan setiap insan pers. Pada masa lalu Hari Pers Nasional disebut sebagai HUT PWI.
Tanggal ini sengaja dipilih melalui lobi tingkat tinggi ke berbagai pihak, untuk dijadikan sebagai Hari Peresmian Provinsi Kep. Babel. Sebuah tonggak yang akan dikenang generasi berikutnya. Sekaligus mengenang peranan wartawan yang signifikan dalam ikut memperjuangkan dan mendirikan Provinsi Kep. Babel.
Banyak tanggal dan hari-hari bagus serta gagasan-gagasan yang diam-diam kami "selipkan" dalam proses pembentukan provinsi Babel. Hal itu memungkinkan, karena saya ditunjuk sebagai Koordinator Kelompok Kerja Presidium Perjuangan Pembentukan Provinsi Bangka Belitung.
Penunjukan ini karena pengalaman saya sebagai Anggota MPR RI 1992-1997 serta wartawan politik lebih dari 15 tahun. Saya bertugas mengkoordinasikan dua tim kelompok kerja:
1. Pokja Proposal dan Kajian Strategis
2. Pokja Promosi dan komunikasi politik.
Kelompok Kerja Presidium ini adalah jantung pengendalian operasional perjuangan Pembentukan Provinsi Babel.
Wartawan Ujung Tombak
Dalam rangkaian tahapan perjuangan berdirinya Babel, peranan wartawan sangat besar, bukan sekedar tugas liputan jurnalistik tapi sebagai arsitek yang mendesain bangunan provinsi, pengatur strategi dan pemanfaatan jaringan.
Peranan wartawan dimulai dari diskusi tentang cikal bakal perjuangan pembentukan Provinsi Kep. Babel, membuat draft akademis RUU Babel, mengkoordinasi Anggota DPR pengusul inisiatif dengan meminta dukungan satu persatu kepada 80 anggota DPR-RI lintas Fraksi, membuat publikasi yang gegap gempita di media cetak dan elektronik serta peran sentral Wartawan Senior/Anggota DPR Panda Nababan di perdebatan regional hingga forum legislasi DPR.
Di awal reformasi, Wartawan Eddy Jajang Jayaatmaja (Sripos) dan Johan Murod (Dialog) bukan kerja liputan biasa, tapi mereka mem blow-up gagasan provinsi melalui harian Sriwijaya Pos selama berbulan-bulan. Kemudian dilanjutkan berdirinya Harian Bangka Pos (Kompas Grup) yang terbit perdana pada tgl 25 Mei 1999 dengan menggerek tagline "Yok, Kite Punya Provinsi."
Dengan tidak mengurangi peran banyak tokoh yang lahir pada setiap episode mata rantai perjuangan yang panjang sejak 1955, 1970 serta titik start era baru perjuangan di pada 18 Juni 1999, Pertemuan Exponen Generasi Muda yang melahirkan Komite Perjuangan Pembentukan Provinsi Babel dengan tokoh serta perannya masing masing, namun fakta-fakta di bawah ini perlu menjadi bahan keseimbangan dalam melihat sejarah.
Adalah fakta bahwa Harian Bangka Pos, sejak terbit perdana focus mengusung isu pembentukan provinsi. Pemred Bangkapos --waktu itu-- Agus Ismunarno, dan wartawan senior Eddy Jajang Jayaatmaja, membangun opini regional. Bangkapos memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Babel.
Fakta bahwa Pokja Presidium (Tim Proposal/Kajian Strategis dan Tim Promosi dan Komunikasi Politik), Pembentukan Provinsi atau dikenal dengan sebutan "Tim Bedepeng" didominasi diaspora Babel di Jakarta berlatar belakang profesi wartawan. (Emron Pangkapi, Usmandie Andeska, Safari ANS, Rizani Usman, Ridwan Abu Hanifah, Indrajit, Mohammad Qiram, dan Heril Andersen).
Fakta bahwa draft RUU Provinsi Babel dibuat/dipersiapkan oleh tim wartawan (Emron Pangkapi, Usmandie Andeska, Safari ANS dan Heril Andersen) menjadi landasan legislasi. Tidak ada yang bisa membantah bahwa rapat rapat DPR selama enam bulan bertitik tolak dari pembahasan draft RUU Usul Inisiatif yang dipersiapkan oleh empat orang wartawan ini. RUU tentang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Belitung Timur. Bersama aktifis Pokja lainnya (Sutedjo, Zulkarnain Syamsudin, Amirudin dan Soeradi soehoed), mengawal proses pembahasan RUU di DPR RI.