Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Provinsi Babel dalam Memori Emron Pangkapi, = Provinsi Wartawan

Safari Ans dan Emron Pangkapi-screnshot-

Tidak banyak yang tahu sebenarnya rencana awal Provinsi Kep. Babel akan disahkan DPR pada Hari Jumat, penghulu dari segala hari pada tanggal 17 November 2000. Sebagaimana Proklamasi RI Hari Jumat 17 Agustus 1945.

Kami memilih tanggal 17 November sebagai hari baik Jumat berkah, hari bertuah tanggal bersejarah, agar mudah diingat, sekaligus mendekatkannya dengan hari Kelahiran Organisasi keagamaan  Muhammadiyah salah satu organisasi Islam terbesar Indonesia tanggal 18 November.

Untuk mendapatkan Hari Jumat tanggal 17 November itu, saya melobi Kepala Sekretariat Bamus DPR Ibu Yuliasih dan Kepala Biro Persidangan Pak Faisal Djamal. (kelak, beberapa tahun kemudian baik Pak Djamal maupun Ibu Yuliasih, menjadi pejabat tinggi Sekjen dan Wasekjen DPR RI). 

Undangan sidang paripurna "ketok palu" sudah disebarkan ke pemda dan presidium.

Ketuk palu akan dilakukan tanggal 17 November. Maka meledaklah euforia ketok palu.

Bupati Bangka  Alm. Eko Maulana Ali mengirim 1000-an orang ke Jakarta dengan Kapal Angkatan Laut. Sebagian masyarakat naik kapal Pelni dari Mentok dan  Pangkal Balam. Yang dari Belitung naik kapal cepat dan kapal cargo.  

Semua penerbangan dari Bangka dan Belitung ke Jakarta penuh. Kegembiraan ingin menyaksikan ketok palu. Tanggal 15 November 2000 orang Bangka sudah ribuan tiba di Jkt.

Namun sayang ribuan masyarakat Babel yang sudah sampai di gedung DPR Senayan Jakarta harus kecewa. Acara ketok palu tanggal 17 November batal. Masyarakat sudah terlanjur hadir dengan berbagai pagelaran kesenian yang sudah dipersiapkan. 

Sidang Kabinet "dadakan" membuat rencana bergeser. Tidak ada wakil pemerintah yang bisa hadir di gedung DPR. Ribuan masyarakat Babel di gedung DPR tertunduk lemas. Kecewa dan galau. Layar sudah berkembang, tari-tarian, rudat dan barongsai tetap digelar meriah di halaman gedung DPR. Bahkan banyak yang awam mengira mereka hadir menjadi saksi ketok palu, padahal hari itu tidak ada persidangan.

Bupati Eko Maulana pontang panting mencari fasilitas penampungan dan logistik bagi ribuan "penggembira" yang harus tertahan di Jakarta bagi yang bersedia menunggu  sampai Hari Selasa tanggal 21 November. Masa tunggu 5 hari itu terasa amat panjang dan melelahkan.

Alhamdulillah, akhirnya hari Selasa tanggal 21 November 2000 sidang paripurna ketok palu berjalan lancar. 

Ketua Pansus  Panda Nababan (wartawan) menyampaikan RUU hasil pembahasan DPR dan Menkumdang Prof. Yusril Ihza Mahendra, putra daerah kebanggaan Babel, bertindak mewakili pemerintah  menyampaikan  persetujuan atas  pembentukan Provinsi Kep. Babel.  Maka Pimpinan Sidang Wakil Ketua DPR Sutardjo Suryoguritno mengetuk palu persetujuan DPR atas pembentukan Provinsi Kep. Babel.

Sayangnya hanya tinggal ratusan orang Babel yang menyaksikan ketok palu. Sebagian besar dari mereka yang hadir tanggal 17 November, sudah kembali pulang ke daerah. Perubahan jadwal membuat mereka terpaksa surut, karena ketergantungan dengan jadwal Kapal TNI-AL yang membawa mereka pulang-pergi.

Monumen "Ketuk Palu" itu kini hadir di Sungailiat, yang diresmikan pada tanggal 11 Februari 2023 sebagai simbol Sungailiat kota perjuangan dan untuk mengenang peranan tokoh sentral pembentukan Provinsi Kep. Babel Alm Dr Ir H Eko Maulana Ali Suroso, MSc. (Bupati Bangka 1998-2006).

UU No. 27. 4 Desember 2000.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan