Nyuntel
Ahmadi Sopyan-screnshot-
Tetapi…., kepada kawan, saya ceramah, bahwa jabatan, popularitas, kehebatan, prestasi dan kekayaan itu ibarat buah yang melekat di tangkai, sewaktu-waktu ia akan lepas. Artinya, kalau kita mendapatkan salah satu atau semua dari hal tersebut, harus sadar diri alias tak lupa daratan. Ia adalah jembatan untuk memperbesar kapasitas berbuat baik dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, negara dan agama.
Oleh karenanya, ketika jabatan itu diraih, popularitas dan kehebatan didapatkan, kekayaan berlimpah, tak elok kala kita bersikap angkuh, semaunya alias “sekenek perot”, mentang-mentang alias “taipau madun” bin “taipau begereng”. Bahkan tak kan mampu kita mempertahankannya kecuali hanya izin yang Serba Maha alias Sang Pemilik.
***
NAH, untuk tidak cengeng, maka yang paling penting adalah menyiapkan mental dan mengolah pola pikir, bahwa kehidupan dunia serta pernak-perniknya itu hanyalah perjalanan singkat menuju kehidupan yang abadi. Segala yang dimiliki sifatnya “intil-intil” alias “nyuntel”.
Salam Nyuntel!(*)