Jepang Jamu Timnas Indonesia di Stadion Kecil, JFA Minta Maaf tidak Bisa Nampung
Stadion Tak Mampu Tampung Suporter Indonesia.-screnshot-
"Saya bahkan mengira Indonesia tidak punya banyak suporter dari luar negeri,” ujar Tsuneyasu Miyamoto dengan nada penyesalan.
Dengan wajah tertunduk sopan sesuai tradisi Jepang, ia menyampaikan permohonan maaf karena telah memilih stadion yang terlalu kecil untuk menampung animo suporter yang begitu besar.
“Sebagai janji ke depan JFA berjanji akan menggunakan Stadion Nasional Jepang yang berkapasitas lebih dari 70.000 penonton jika kembali bertemu dengan Indonesia di pertandingan mendatang,” katanya.
Fenomena ini bukan sekadar tentang tiket yang habis Ini adalah pengakuan implisit bahwa Indonesia kini telah menjadi kekuatan baru dalam peta sepak bola Asia dengan daya tarik suporter yang tak bisa diabaikan. Warga Jepang yang tidak berhasil mendapatkan tiket pun tak kalah kagum dengan fenomena ini.
Dalam berbagai wawancara mereka mengaku baru pertama kali menyaksikan begitu banyak suporter dari satu negara asing membanjiri pertandingan di Jepang.
Mereka menyaksikan lautan merah putih di jalanan mendengar lagu kebangsaan Indonesia berkumandang dan melihat kerumunan suporter yang berkumpul dengan semangat persaudaraan.
Lebih dari sekadar pertandingan sepak bola apa yang terjadi di Osaka adalah simbol kebangkitan sepak bola Indonesia Garuda kini hadir bukan hanya sebagai peserta namun sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan.
Para suporter Indonesia tidak hanya hadir dalam jumlah besar, tetapi juga dengan semangat yang membara disiplin dan kreativitas yang tinggi spanduk-spanduk dukungan dengan pesan-pesan optimisme menghiasi tribun stadion.
Presiden JFA mengakui bahwa peristiwa ini adalah pelajaran berharga bagi federasinya Sepak bola bukan hanya tentang pertandingan di lapangan tetapi juga tentang dukungan dan semangat rakyat.
Janji untuk menggunakan stadion terbesar di Jepang di masa depan adalah bentuk penghormatan yang tinggi dari JFA kepada Indonesia.
Stadion nasional Jepang sebagai simbol kehormatan sepak bola negeri Sakura akan menjadi saksi bisu pertemuan selanjutnya.
Pengakuan dari JFA ini menjadi penanda bahwa Indonesia tidak lagi dianggap sebagai tim kecil di Asia Tenggara. Keberhasilan lolos ke round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang didukung oleh gelombang suporter yang luar biasa besar telah mengubah persepsi banyak.
Pihak Suita City Football Stadium dengan segala keterbatasannya menjadi saksi bisu dari semangat yang meluap-luap, dan kini bahkan Jepang sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia harus mengakui bahwa dukungan untuk Indonesia telah menggema terlalu keras untuk diabaikan.***