“Pak guru sudah membuat anak-anak kami berubah, jadi ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kami.”
Salah seorang orang tua berpakaian kaos oblong menyampaikan maksud mereka menyerahkan uang tersebut.
“Betul Pak Guru, kalau Pak Guru tidak mengajari anak-anak kami, entah jadi apa mereka nantinya.”
Salah satu orang tua yang memakai peci putih juga mempertegas tujuan mereka memberikan bantuan.
Sang guru kini tidak bisa berbuat apa-apa bahkan berkata-kata pun ia tidak mampu. Tangannya gemetar memegang amplop berisi segepok uang itu. Ia tidak mengharapkan situasi seperti ini.
Ia khawatir keikhlasannya akan hilang karena sebuah amplop ucapan terima kasih itu. Ia takut nanti menjadi pamrih ketika mengajar dan yang paling ditakutkannya adalah hilangnya pahala untuk dirinya.
“Kami mohon pak guru bisa menerimanya.”
Seorang laki-laki berbadan kekar memohon kepada sang guru dengan menyatukan kedua tangannya dan serentak orang tua yang lain melakukan gerakan yang sama.
Hal itu membuat sang guru bertambah bimbang. Sebenarnya ia tidak mau menerima tanda terima kasih itu, namun ia juga takut mengecewakan para orang tua itu. Sementara di balik pintu rumah, sang istri tampak tersenyum penuh kemenangan.