Perilaku Kaget

Perilaku Kaget

Kamis 13 Nov 2025 - 19:40 WIB
Reporter : Tim
Editor : Syahril Sahidir

Perilaku kaget struktural ini umumnya terjadi pada seseorang yang dari tidak menjadi apa-apa tiba-tiba mendapat posisi dianggap penting. Misalnya dari rakyat jelata tiba-tiba terpilih menjadi anggota dewan yang terhormat. Lantas karena merasa diri orang penting perubahan dalam dirinya begitu cepat, baik dari pergaulan, gaya bicara, busana hingga barang-barang yang dimiliki. 

Kalau dalam kaget sosial ada istilah OKB (Orang Kaya Baru) dalam perilaku kaget struktural ini juga bisa muncul istilah OPB (Orang Penting Baru). Kerapkali kita dengar bahkan kita saksikan sendiri bagaimana seseorang yang baru menjabat semangatnya berubah 180 derajat dan kelihatan garang serta sok wibawa. Dari awalnya tidak punya ajudan, kemana-mana bawa ajudan bahkan pidato pun sang ajudan harus berdiri tegak di sampingnya melebihi Presiden. Pintu kendaraan harus dibukakan dan para bawahan tidak boleh khilaf atau melakukan kesalahan. Juga misalnya berkoar-koar penuh gaya ketegasan agar dianggap oleh para bawahan sebagai pemimpin yang hebat. Padahal dibelakangnya para bawahan justru menentertawakan bahkan melecehkan dirinya. 

Parahnya lagi, perilaku kaget struktural ini bukan hanya terjadi kepada sang pejabat, tapi juga termasuk keluarga atau orang-orang dekat sang pejabat. Seringkali kita saksikan para keluarga pejabat ini umumnya lebih taipau (sok atau sombong) dari pejabat itu sendiri, termasuk orang-orang terdekat. Merasa diri lebih penting dan bisa masuk kapan saja ke ruangan sang pejabat bahkan bisa mengatur tetek-bengek proyek pemerintahan atau mutasi para abdi negara (PNS) sesuai dengan kehendaknya. Ini banyak sekali terjadi lho di sekitar kita. 

Bahkan yang lebih parah adalah perilaku kaget struktural yang bercampur dengan perilaku membabi buta seakan sang pejabat itu tak boleh disentuh, disentil atau dikritik. Jika ada yang mengkritik atau dianggap mengkritik, ia langsung bertindak membabi buta dengan emosi atau setidaknya mengirim SMS atau WA bernada hujatan kepada sang pengkritik. Ini pernah (sangat sering) lho saya alami ketika menulis opini seperti ini atau berkomentar di media massa dan dianggap mengkritik salah satu keluarganya yang jadi pejabat. Namun tak pernah saya ladeni karena memang saya tak mau ikut-ikutan jadi manusia kaget. 

 

3.Kaget Spritual

Perilaku kaget spiritual adalah perilaku kaget yang sangat mengkhawatirkan bahkan menakutkan. Karena perilaku ini sangat berimbas pada agama yang dianut oleh sang pelaku. Jika tadi ada istilah OKB, OPB, maka dalam kaget struktural ini saya istilahkan OAB (Orang Alim Baru). 

Ibarat orang yang baru belajar silat, baru dapat satu jurus, sudah merasa pendekar dan kepengen menjejali jurusnya, tidak boleh kesenggol sedikit, langsung keluarkan jurus. Begitulah jenis manusia kaget spiritual ini.  Baru belajar ngaji, bahkan baru sampai pada bab thoharoh (bab suci mensucikan) merasa diri sudah paling alim. Baru seminggu nyantri, merasa sudah Islam kaaffah, kemana-mana membawa simbol yang dianggap Islami, bicara halal haram dan orang yang diluar pemahamannya dianggap kafir atau setidaknya Islam-nya tidak kaaffah. Memperbesar perbedaan dan menganggap pemahamannya yang paling benar sedangkan orang lain salah atau sesat. Umumnya perilaku OAB ini mengucilkan diri dari kawan-kawan dan bergaul dengan kawan sepaham dengan dirinya. Inilah yang umumnya melahirkan fanatisme buta dari sebuah pemahaman dangkal tentang agama sehingga melahirkan oknum-oknum “teroris” berlabelkan agama.

***

Nah, dari catatan ringan ini, dimanakah posisi Anda dan kita semua? Apakah sudah mengalami perilaku kagetan atau masih betah hingga kini dengan perilaku kaget sosial, kaget struktural dan kaget spiritual?

Wah, jadi kaget nih, ternyata saya bisa nulis serius bak ustadz dan dimuat di koran lho!

Salam kaget! (*)

 

 

 

Kategori :

Terkait

Kamis 08 Jan 2026 - 14:58 WIB

Durian, Kopi dan Revolusi

Kamis 25 Dec 2025 - 14:42 WIB

Jomblo dan Tahun Baru

Kamis 18 Dec 2025 - 14:44 WIB

Polisi & Perempuan

Kamis 11 Dec 2025 - 17:32 WIB

Banjir

Kamis 04 Dec 2025 - 17:44 WIB

Dak Nenger di Padah