Puisi-puisi Nadira Putri Saqillah
Editor: Budi Rahmad
|
Kamis , 03 Jul 2025 - 21:38
Nadira-Dok Pribadi-
Doa Dapur
Di dapur sempit yang tak pernah masuk koran,
ibu mengaduk air beras
seperti merapal harapan yang tak bisa dibeli di pasar.
Minyak naik—
naik lebih cepat dari uap nasi yang lenyap sebelum kenyang.
Ayah menyimak isi berita,
menadah piring yang memuat sunyi tanpa suara.
Matanya tak lagi menyala seperti dulu,
hanya sepasang bola letih
yang menanti kabar baik
dari negeri yang diam-diam patogenik.