Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Kurban as Love in Action

Siti Aminah.-Dok Pribadi-

Oleh Dr. Hj. Siti Aminah, M.A 

Widyaiswara Ahli Madya pada Balai Diklat Keagamaan Semarang

 

IDULADHA merupakan salah satu hari istimewa bagi umat muslim, di mana waktu tersebut, semua ummat muslim tengah memperingati makna berkurban dalam kehidupan ini. Kurban merupakan salah satu ibadah yang mendekatkan antara si kaya dengan si miskin. 

 

Ibadah kurban tidak cukup dimaknai sebagai penyembelihan hewan pada Hari Raya Iduladha semata. Akan tetapi lebih dari itu, kurban adalah wujud pendidikan kehidupan yang mengajarkan ketaatan, keikhlasan, kepedulian, dan kesediaan berbagi dengan sesama. Jika diungkapkan dalam bahasa yang lebih kekinian, kurban dapat dibaca sebagai love in action, yaitu cinta yang tidak hanya berhenti sebagai rasa, akan tetapi bergerak menjadi pengorbanan dan tindakan nyata dalam kehidupan ini. 

 

Oleh karena itu, momentum kurban sangat relevan untuk dijadikan sebagai ruang pembelajaran agama yang dekat dengan realitas kehidupan anak.

 

Ditilik berdasarkan konteks pendidikan madrasah, makna kurban memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), bahwa KBC adalah sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. 

 

Kurikulum ini bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan. KBC  bukan sekadar dokumen regulasi, melainkan cara pandang, pola pikir, dan perilaku baru dalam membangun ekosistem pembelajaran bagi murid. Nilai dasarnya dirumuskan melalui Panca Cinta, yaitu cinta Allah dan Rasul, cinta kepada ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, dan cinta tanah air. Maka, kurban merupakan contoh konkret bagaimana cinta Allah dan Rasul harus melahirkan cinta kepada sesama manusia, dalam bentuk bekerja sama dan berbagi.

 

Murid-murid masih cenderung sering memahami kurban hanya dari sisi peristiwa yang tampak: hewan kurban, penyembelihan, pembagian daging, dan suasana hari raya Iduladha. Yang penuh dikumandangkan takbir dimana-mana. Akan tetapi, pendidikan agama tidak boleh hanya memberikan pemahaman sebatas pada aspek seremoni penyembelihan hewan kurban semata. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan