Catatan dari Balik Layar TKA SMPN 2 Dendang
Andy Muhtadin.-Dok Pribadi-
Hal ini menjadi beban psikologis tambahan bagi murid yang sudah menyiapkan mental jauh-jauh hari. Akibatnya tetap ada 14 murid terhenti di tengah jalan karena waktu sistem terus berjalan saat koneksi internet terputus. Maka mereka wajib mengulang kembali untuk ikut ujian pada sesi susulan pada jadwal mendatang. Hal ini juga menjadi sebuah beban psikologis tambahan bagi murid yang sudah menyiapkan mental jauh-jauh hari.
Meski demikian, kita tidak menutup mata, ada satu kemajuan signifikan yakni adanya Integritas. Hadirnya sistem pengawasan silang yang terintegrasi langsung via Zoom telah menjadi benteng baru bagi integritas ujian.
Teknologi ini terbukti efektif memangkas praktik manipulasi nilai yang sering menghantui sistem manual di masa lalu, sekaligus memastikan proses penilaian berjalan lebih transparan. Tujuannya tidak lain adalah transparansi digital. Hal ini sebagai modal sosial yang mahal bagi masa depan pendidikan kita. Akan lebih juah melesat pendidikan kita jika sanprasnya beriringan seirama dan senada dengan kemajuan dan kecanggihan di pusat.
.
//Kolaborasi Tiga Pilar Sukseskan TKA
Kesuksesan asesmen tidak bisa hanya dibebankan pada pundak proktor atau teknisi di sekolah saja. Ada refleksi diri kita dalam meredefinisi tanggung jawab besar ini, setidaknya beberapa hal
Pertama, keterlibatan pemerintah untuk memenuhi pengadaan sanpras juga sangat dinantikan, tidak sebatas pada pemenuhan aplikasi tahunan saja. Perlu adanya aksi "Regenerasi Sarana" yang terencana dengan baik dan terukur. Chromebook bantuan tahun 2019 tidak akan relevan untuk aplikasi tahun 2026 seperti saat ini, perlu upgrade.
Pemerintah harus hadir menjamin keadilan akses (Digital Justice) agar murid di pelosok Dendang memiliki kesempatan yang sama dengan murid di Jakarta. Walau sekarang sudah ada bantuan TV IFP dan laptop serta hardis. Itu belum cukup untuk sebuah kegiatan asesmen di sekolah karena membutuhkan jumlah yang banyak sesuai jumlah setiap individu murid di seriap ruangnya.
Kedua, peran orang tua tidak hanya pada literasi dan perlu membatasi Ambisi. Kita selaku orang tua murid wajib beralih tidak konsentrasinya hanya melihat skor ujian sebagai harga mati untuk harga diri keluarga kita saja. Melainkan tugas orang tua adalah mendukung kesiapan mental dan nutrisi anaknya yang berstatus murid sat ini.