Refleksi 25 Tahun Babel: Mozaik Budaya Sebagai Cermin Perbaikan Pelayanan Publik
Zennia Yulanda.-Dok Pribadi-
//Komitmen Bersama
Setiap pengaduan masyarakat adalah potongan mozaik dan sebuah fragmen yang memberi warna, sekaligus mengingatkan bahwa masih ada yang harus kita perbaiki. Kita semua mendambakan ruang pemerintahan yang lebih dekat, lebih sensitif, dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Di usia 25 tahun ini merupakan ruang evaluasi kolektif.
Momentum dan kesempatan emas untuk Pemerintah Babel mengambil langkah besar dalam menjembatani nilai budaya, suara masyarakat, dan kebijakan publik menjadi satu arah perubahan yang kokoh. Kesempatan menggambar mozaik masa depan sebagai sebuah masa depan di mana pelayanan publik tidak hanya efisien, tetapi juga manusiawi, bukan hanya cepat, tetapi juga berintegritas, bukan hanya bebas maladministrasi, tetapi juga mencerminkan nilai budaya daerah.
Kini yang dibutuhkan adalah komitmen bersama. Komitmen pemerintah untuk melaksanakan reformasi birokrasi secara konsisten, komitmen aparatur untuk menempatkan pelayanan sebagai panggilan moral., komitmen masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawasan dan perbaikan, serta komitmen budaya untuk membimbing. Jika semua bergerak bersama, maka aduan yang tinggi bukan lagi tanda kegagalan, melainkan energi perubahan. Yang kita butuhkan sekarang adalah keberanian untuk berubah, dan ketulusan untuk melayani.
Selamat HUT ke-25, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Semoga refleksi ini menjadi langkah menuju pelayanan publik yang semakin bermartabat, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.**