Selamat Menunaikan Ibadah, Semoga Meraih Haji Mabrur
Muhammad Nasril-Dok Pribadi-
Para ulama menyebutkan ciri-ciri haji mabrur dengan beragam. Ada yang menjadikan barometer dari semangat menyambung silaturahmi, rajin bersedekah, memperbanyak ibadah, dan menebar kebaikan.
Ada pula yang menilai dari dampak pasca haji, yaitu semakin taat beribadah, menjauhi maksiat, serta tumbuhnya kepedulian sosial. Ada juga yang berpendapat haji yang mabrur adalah haji yang tidak tercampuri kemaksiatan dan dibalas dengan pahala serta kebaikan. Pertanda diterimanya haji seseorang dapat dilihat dari perubahan diri menjadi lebih baik dan tidak lagi mengulang dosa-dosa sebelumnya.
Peluang untuk meraih haji mabrur terbuka bagi semua jemaah. Salah satu jalannya adalah dengan mengamalkan nilai-nilai mabrur sejak awal dengan niat yang benar, pelaksanaan manasik yang khusyuk, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk terus berbuat baik.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jemaah, di antaranya yang paling penting adalah memperbaiki dan meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
Pelaksanaan ibadah haji ini adalah wujud ketaatan terhadap perintah agama dan pemenuhan rukun Islam yang kelima. Bukan untuk meningkatkan status sosial, pamer kesalehan, atau karena gengsi.
Kemudian bekal ilmu manasik haji, menguasai bacaan doa pada setiap tahapan ibadah serta penghayatan terhadap makna dan filosofi ibadah haji. Selain itu, menjaga kesehatan, membersihkan jiwa, dan menata diri agar tumbuh kepedulian terhadap sesama juga menuntun ke mabrur.
Oleh karena itu, di Tanah Suci, hendaknya fokus pada hal-hal yang substantif dan mengutamakan kekhusyukan dalam menjalankan rukun dan wajib haji. Miqat dan ihram adalah titik awal menuju keberhasilan spiritual tersebut.