Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Siung Buaya

Ilustrasi-screenshot-

 

Darah segar mengalir dari leher ayam jago hitam itu. Dengan gerakan cepat tetuah desa mengambil pisang mas dan bambu temu ruas, kemudian dibalurkan dengan darah ayam jago hitam tadi. Setelah dirasa cukup, lalu ayam jago yang masih menggelepar menjemput sakaratul maut dilemparkan bersama pisang mas dan bambu ke sungai.

 

“Kita tunggu satu jam lagi, pasti anak itu akan dikembalikan,” ujarnya.

 

Semua warga manut saja apa yang diperintahkan sang tetua desa, karena memang selama ini seperti itulah prosesnya. Dan selama ini ucapan tetua desa selalu terbukti. 

 

Waktu sore itu begitu cepat berlalu. Tidak terasa sudah satu jam berlalu. Azan magrib sudah bergema dari masjid. Namun belum juga ada tanda-tanda anak yang hilang itu dikembalikan. Warga yang hadir mulai gelisah. Sang tetuah desa tampak panik. Tidak biasanya kejadian seperti itu. Biasanya jika ritual sudah dilaksanakan, maka korban akan dikembalikan di sekitar lokasi dengan cara ditimbulkan kembali. Sang tetuah desa berpikir kemngkinan ada yang sabotase ritualnya.

 

*****

 

“Apa yang saya pikirkan selama ini ternyata benar,” kata Kepala Desa.

 

“Tentang apa pak?” Salah seorang jajarannya bertanya.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan