Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Pengiyok

Syabaharza.-Dok Pribadi-

 

“Sumarlin… Sumarlin.”

Malam itu sayup-sayup si pengiyok mendengar suara yang memanggil nama aslinya. Ia tahu hanya satu orang yang tahu nama aslinya, tapi apakah benar itu dia. Tapi kenapa ia datang malam-malam seperti ini. 

 

“Sumarlin buka pintunya.” Suara semakin jelas di telinganya, dan ia yakin betul jika itu sahabatnya yang selama ini sudah tidak datang, tapi kenapa ia datang malam-malam.

 

Setelah pintu dibuka, tampak wajah Seraul dengan kecemasan yang sangat besar. Seraul langsung masuk dan memberikan isyarat untuk segera menutup pintu.

 

“Aku ada informasi yang akurat terkait kasus orang tuamu,” tukas Seraul. “Aku sudah tahu siapa yang memfitnah orang tuamu,” lanjutnya.

 

Si Pengiyok tampak datar saja menanggapinya. Hal itu membuat Seraul menjadi heran. 

 

“Kenapa kamu seperti ini? Apakah kamu tidak ingin mengetahui siapa yang memfitnah orang tuamu?”

 

“Biarlah itu menjadi kisah lama, tidak usah kamu ungkit-ungkit lagi,” kata Pengiyok pelan. “Lebih baik sekarang kamu pulang.”

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan