Proyek Sang Videografer
Syabaharza.-Dok Pribadi-
Aswal sendiri tidak habis pikir, kenapa dalam membuat anggaran biaya untuk proyek yang ini ia sangat kesulitan. Padahal dari beberapa proyek yang pernah ia tangani selalu bisa ia selesaikan dalam waktu singkat. Biasanya ia mampu menyelesaikan dua sampai tiga proposal dalam satu pekan. Namun untuk proyek yang satu ini ia benar-benar sudah hampir menyerah. Sudah sepekan lebih ia belum juga mampu menentukan harga yang pantas untuk proyeknya.
*****
“Alhamdulillah.” Aswal tampak exited sekali. Lontaran kalimat syukur itu keluar spontan keluar dari mulutnya, sesaat setelah ia membawa sebuah pesan whatssApp dari ponsel pintarnya.
Sebuah pesan yang sudah lama dinantikannya. Sebuah pesan yang akan mengubah masa depannya. Sebuah pesan yang sudah ditunggunya selama sebulan. Sebuah pesan tentang kejelasan proposalnya untuk proyek yang diperjuangkannya.
Aswal tidak bisa menutupi kebahagiaannya. Ia langsung beranjak dari tempatnya dan berhambur ke arah ayah dan ibunya. Dipeluknya ayah dan ibunya dengan penuh kegembiraan. Entah kenapa Aswal sangat senang ketika proposal yang satu ini disetujui, padahal ia sudah terbiasa mengajukan proposal kegiatan dan disetujui, namun untuk proposal yang satu ini ia sangat luar biasa menyambutnya.
“Semoga dilancarkan dan tidak ada masalah ke depannya”
Sang ibu memberikan apresiasi, tetapi tetap memberikan peringatan kepada Aswal, seolah-olah ibunya masih khawatir proyek anak itu akan bermasalah.
“Ibu tenang saja ya!” Aswal berusaha meyakinkan sang ibu, sambil mencium tangannya dan masih dalam keadaan tersenyum karena gembira.