Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Proyek Sang Videografer

Syabaharza.-Dok Pribadi-

 

“Ibu dan Ayah jangan khawatir, semua pasti akan aman-aman saja,” ujar Aswal.

 

Ayahnya yang duduk tidak jauh dari sang ibu tampak mengedipkan matanya ke arah Aswal, ia mencoba memberikan dukungan terhadap semangat sang anak. Walau dukungan itu tetap dilaksanakan dengan gerakan senyap. Seperti senyapnya pemberitaan kenaikan tarif listrik beberapa tahun yang lalu. Sang ibu tampak belum menyerah untuk meyakinkan Aswal. 

 

“Oke, kalau kamu betul-betul yakin, tapi nanti jangan salahkan Ibu jika kamu kecewa.”

 

Setelah mengucapkan itu, sang ibu berlalu ke arah dapur untuk menunaikan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. 

Aswal dan sang ayah menatap sang ibu dengan perasaan yang berbeda. Ayahnya merasa bangga terhadap sang ibu yang tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dan seorang ibu walau hatinya sedang kecewa. 

 

Sementara Aswal memandang ibunya dengan perasaan sedikit bersalah, karena ia merasa ada kesalahan dalam ucapannya tadi, sehingga sang ibu sampai mengeluarkan kata-kata yang mengarah kepada peringatan bahkan ancaman itu. 

 

*****

 

Tumpukan kertas yang sudah dijilid tersusun tidak beraturan di meja kerja Aswal. Kertas-kertas itu berisi tulisan yang akan diajukan sebagai sebuah proposal proyeknya. Sebuah proyek yang dianggap Aswal akan membawa perubahan terhadap desa tempatnya dilahirkan. Proyek yang akan memperkenalkan desanya ke khalayak nasional bahkan internasional. Dalam ekspektasi Aswal, jika proyeknya berhasil maka ia akan mampu mengangkat derajat desanya dari keterpurukan menjadi bangkit dan dikenal dunia.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan