Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Rokok Ayah

Rokok Ayah.-ilustrasi-

Aku juga sudah jarang melihat rokok di meja, di teras ataupun di lemari buku. Sepertinya ayah tak lagi membeli rokok dalam jumlah banyak. 

 

Asbak besar ayah yang ada di meja teras sudah tidak pernah penuh. Setiap pagi saat aku menyapu, kulihat asbak hanya berisikan dua atau tiga puntung rokok saja. 

 

Aku tahu ayah mendengarku. Bukankah cinta seorang ayah ada pada anak perempuan melebihi apapun. Buktinya, dulu ayah langsung ke pangkas rambut saat kuminta ia memotong rambutnya yang gondrong. 

 

Itu peristiwa enam tahun lalu. Saat itu rambut ayah sudah melebihi bahunya. Bunda sudah berapa kali meminta ayah untuk potong rambut. Namun dijawab dengan iya dan iya saja.

 

Aku tak suka melihat ayah dengan rambut gondrong. Jelak menurutku. Karena itu aku minta ayah untuk segera memotongnya.

 

 Ayah ngak usah antar jemput lagi ke sekolah kalau ayah tidak mau potong rambut. Biar jalan kaki saja,  kataku sore itu.

 

Ayah terdiam sejenak. Lalu beranjak ke teras. Duduk dan melanjutkan membaca buku.

 

 Nanti malam Ayah potong,  katanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan