Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Di Bawah Langit Timur Pulau Sumatera

Aurelia Alifa Ismanida-Dok Pribadi-

matanya menyalakan rasa ingin tahu,

tentang apa saja yang disembunyikan pulau ini, di balik bisik angin sore.

Sementara itu, perahu-perahu kecil menunggu di tepi.

 

Di rumah-rumah panggung, suara pantun masih mengalir,

menautkan masa lalu dengan masa kini, dalam irama bahasa yang tak lekang.

Mereka menanak nasi dengan sabar, menyeduh teh manis,

dan mengajarkan anak-anaknya, bahwa hidup adalah menunggu angin yang membawa

pulang nelayan.

 

Pulau ini, tak pernah memanggil namanya sendiri.

Namun setiap yang datang, akan tahu bahwa pasirnya bukan sekadar pasir,

lautnya bukan sekadar laut,

dan hatinya

adalah rumah yang ingin kau datangi lagi

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan