Genggaman dalam Diam
--
Sentuhan itu terasa nyaman, debaran jantung yang semakin kencang menandakan keadaan hati yang tak karuan. Satria mencoba menetralisir kegugupan dengan tetap diam tanpa berani mengutarakan. Ia menyebut dirinya pecundang yang berharap digenggam tanpa ada tangan yang rela disematkan.
Dua minggu sebelum praktik penelitian lapangan, kelas Metodologi Penelitian mengumumkan pembagian kelompok.
“Alea, Satria, Diva, dan Reza. Kalian satu tim,” ucap dosen.
Satria mendengus. Ya ampun... sama dia lagi.
Reza menepuk bahu Alea. "Lea! Akhirnya kita satu kelompok!"
Diva memeluk Alea penuh semangat. Gadis itu hanya terkekeh kecil, tapi ekspresi Satria mengeras. Ada rasa asing yang ia sendiri tak pahami.
Hari demi hari menjelang keberangkatan, mereka mempersiapkan peralatan lapangan. Di posko, kabar mengejutkan datang.
“Satria, lo tau nggak Reza barusan nembak Alea!” seru Aldi.
Satria terpaku. “Udah jadian?” tanyanya datar.