Gapai Keutamaan Ramadan
Rio Setiadi--
Oleh: Rio Setiady
Pembina Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) Prov. Kep. Babel
Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Di antara keutamaan bulan Ramadhan yaitu:
tadarus Al-Quran (interaksi dengan Al-Quran). Rasulullah saw telah memberikan contoh teladan kepada kita bagaimana menghidupkan hari-hari Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa pada bulan Ramadhan Rasulullah saw selalu bertadarus Al-Quran dengan malaikat Jibril as. (HR. Al-Bukhari). Maka, sudah seharusnya pada bulan Ramadhan ini kita memperbanyak interaksi dengan Al-Quran atau tadarus al-Quran mengikuti sunnah Rasul saw dengan membaca, memahami, mengkhatamkan, mentadaburi, menghafal, dan mempelajari Al-Quran. Dan sebisa mungkin kita punya target baik kuantitas maupun kualitas.
Bertabur keberkahan
Yang dimaksud dengan keberkahan Ramadhan adalah dilipat gandakan pahala ibadah seseorang. Ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan, maka Allah Swt akan melipat gandakan pahalanya dan memberikannya bonus-bonus pahala lebih banyak dibandingkan bulan lainnya. Allah Swt menyediakan satu malam pada bulan Ramadhan yang bernama Lailatul Qadar yang nilai pahala ibadah padanya itu lebih baik dari seribu bulan. Tidak hanya itu, suatu ibadah sunnat yang dilakukan di bulan Ramadhan senilai ibadah wajib dengan di bulan lainnya. Suatu ibadah wajib pada bulan Ramadhan senilai dengan tujuh puluh ibadah wajib pada bulan lainnya.
Pintu surga di buka, pintu neraka di tutup
Pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta syaithan-syaithan diikat. Rasulullah saw bersabda: “Apabila masuk bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Imam Ibnu Rajab, ketika mengomentari hadits ini, beliau berkata: “Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa (dan ingin bertaubat serta kembali kepada Allah Ta’ala) tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Dan bagaimana mungkin orang yang berakal tidak gembira ketika para syaithan dibelenggu?”.
Wallahualam bi shawab.. (*)