Ayah Pierce Brosnan

Ayah Pierce Brosnan

Jumat 30 Jan 2026 - 15:44 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

 

Belum lagi masalah usia ayah dan ibu yang terpaut sangat jauh. Ayah saat itu berusia   lima puluh, sedangkan ibu baru dua puluhan. Ibu yang cantik mengundang decak kagum ketika bersanding dengan ayah. 

 

“Anaknya ya, Pak?” 

“Bukan, ini istri saya,” Jawab ayah.

“Oh, maaf . . ,” ujar tante-tante muda di sekolah.

 

Selain saya dikira cucu dari ayah, ibu pun mendapat julukan “anak” ketika bersanding dengan beliau. Rasanya ingin tertawa, tapi takut dosa, padahal tawa sudah ada di ujung leher, tak mungkin tawa itu ditampung di dalam tas. 

Kalau ini bukan Pierce Brosnan bersanding dengan Michelle Yeoh , tapi Yeoh dengan Sean Connery, pemeran James Bond Dr. No, sekuel 007 tahun 1962. Tentunya Sean sudah sangat renta jika dibanding dengan Michelle Yeoh. Jika harus melawan musuh yang lebih muda pastilah pemeran utama film keluaran 1962 akan patah pinggang, apalagi  melawan nuklir soviet awal 90’an. Tidak mungkin Michelle Yeoh berpetualang dengan aki-aki. 

 

Tapi biarpun “tua” tetap saja ayah seorang agen 007 yang memesona tante-tante muda sekalipun. Dia tetap mampu menggendong ibu lewat tali yang menggantung di gedung-gedung, lalu melepas tembakan dan menghancurkan musuh terberat dalam Tommorow Never Dies. Ayah Pierce Brosnan masih mampu menghibur penonton, lalu menobatkan sekuel agen James Bond 007 menjadi best movie.**

 

Marhaen Wijayanto, penulis kelahiran Boyolali, Jawa Tengah. Menyelesaikan jenjang Pendidikan dasar di Boyolali dan strata satu di Universitas PGRI Semarang.  Saat ini sedang menunaikan tugas sebagai Kepala SD Negeri 7 Simpang Teritip, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. 

Karyanya berupa cerpen dan artikel telah terbit di media lokal di Bangka Belitung dan Nasional. Mencari Jejak sang Depati dan Roman Terlupakan merupakan dua novel persembahan untuk Pahlawan Depati Amir asal Bangka Belitung. Sedangkan buku Kumpulan Puisi Hujan di Awal Desember terbit pada 2021. Karya terbarunya Kumpulan Cerpen Buku Tanpa Aksara   terbit Bulan Juni 2025. Marhaen adalah salah satu peserta kegiatan Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia III 2020 dan Kongres Bahasa Indonesia XII 2023. Untuk berkomunikasi dengan penulis bisa melalui wijayantomarhaen9@gmail.com  dan WA 0821-6436-1321

 

Tags :
Kategori :

Terkait