Ayah Pierce Brosnan

Ayah Pierce Brosnan

Jumat 30 Jan 2026 - 15:44 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

 

Beberapa kali ayah terlihat oleh tetangga manyuapi saya, sedang teman-temannya anaknya ijab kobul minggu ini. Ketika kami menghadiri resepsi pernikahan, yang terlihat adalah pembeda yang sangat jomplang. Teman ayah anaknya bersanding di pelaminan sedangkan saya  masih digendong. 

 

Biar sulit dikatakan tua, tetapi merawat dan mengasuh anak kecil semacam saya memang tak seimbang dengan stamina ayah. Ketika usia lima puluh tiga tahun punya anak kecil, dipastikan sedikit-sedikit tukang urut sudah harus sowan ke rumah. Saya dengan mata kepala sendiri melihat ayah menjerit kesakitan karena pinggangnya tak terhindar dari encok dan pegal, katanya kecapean mengasuh anak kecil.

 

Itu akibat kakek terlalu selektif memilih mantu. Ibu saya  yang dokter sangat sulit dicari. Sudah puluhan guru atau polwan tidak direstui jadi menantunya. Katanya guru di Indonesia gajinya super kecil dan sering jadi korban kebijakan politik. Sedangkan polisi memiliki citra kurang baik di masyarakat. Demi Tuhan, kakek tak akan memberi restu untuk dua profesi itu. 

 

Kata kakek, pekerjaan dokter itu mewah, citranya bagus, menyelamatkan nyawa, harapan hidup, dan tentu mampu mengangkat derajat kakek yang cuma penulis cerpen mingguan. Sementara guru dan polwan hidupnya bergantung pada kebijakan pemerintah daerah. Jika disenangi karir lancar, meluncur bak papan salju, jika tidak disukai akan habis saat pergantian rezim.  

 

Saat kecil, kakek pernah terkena asma, sekarang sudah sembuh, itu semua berkat dokter. Ketika kakek remaja, dokterlah yang menyunat dan merawat hingga sembuh. Saat menjelang dewasa, ayah kecelakaan dan patah tulang. Hingga alkisah, ayah menikah dengan dokter cantik yang merawatnya. 

 

Tiap hari kakek mengantar ayah untuk kontrol, bahkan saat bukan jadwalnya pun kakek akan tetap mengantar. Rupanya ada modus di balik itu semua, yaitu pendekatan pada dokter muda yang merawat ayah. 

 

##

 

Kakek yang sangat selektif memilih menantu membuat ayah kelabakan mencari istri. Hal itu tidak diperkirakan akan terjadi. Mulai dari stamina setengah baya hingga penampilan yang harus menyesuaikan anak.  Bagaimanapun gerakan menolak untuk tua menjadi pemikiran pertama, apalagi ketika kami tampil di depan publik.  

Tags :
Kategori :

Terkait