“Baiklah kalau kamu yakin tidak ada salahnya kita coba. Bagaimana yang lain?”
Lelaki berkumis tebal meminta persetujuan peserta rapat yang lain.
“Setujuuuu.” Semua peserta rapat kompak menyetujui usul dari pria muda.
**
Seperti sebuah ungkapan bahwa daun punya mulut, tiang listrik punya telinga, sehingga berita tentang rencana penebangan pohon besar di ujung desa begitu cepat tersebar. Aneka tanggapan dari masyarakat desa mengalir bak air sungai yang pasang.
Perbincangan tentang rencana penebangan pohon menjadi topik utama. Bahkan berita itu sampai juga ke telinga para wartawan, sehingga dalam sekejap saja desa itu menjadi viral. Pro dan kontra pun terjadi di kalangan masyarakat desa. Bahkan sampai ada yang menjadikan kegiatan itu sebagai taruhan.
Pihak yang pro beranggapan bahwa penebangan pohon besar itu memang sudah saatnya dan mereka menaruh harapan kepada orang yang ditawarkan pria muda itu. Mereka memiliki ekspektasi orang itu akan berhasil menumbangkan pohon besar itu.
Dan yang lebih baik lagi desa mereka akan terbebas dari tragedi, anak-anak akan terlindungi dan generasi desa akan tetap terjaga. Namun bagi yang kontra beranggapan bahwa apa yang akan dilakukan pasti kembali menemui kegagalan, mereka beranggapan bahwa semuanya akan berakhir seperti pendahulunya.
Bahkan mereka meramal orang yang berani menebang pohon itu akan mengalami nasib yang serupa yaitu mengalami sakit parah, gila atau bahkan kematian. Bagi yang hobi berjudi, momen itu dimanfaatkan untuk mengadu nasib dengan cara bertaruh.