Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mengalahkan kokohnya pohon besar itu. Masyarakat kagum dengan pria yang direkomendasikan oleh pria muda. Bahkan ia tampak tidak berkeringat sedikitpun. Hanya ada percikan bekas potongan pohon yang menempel di bajunya.
Pria muda tersenyum penuh kemenangan, begitu juga orang yang menebang pohon besar itu. Mereka berdua disambut dengan salaman hangat oleh pria berkumis dan warga lainnya. Mereka berdua dianggap sebagai pahlawan karena sudah membebaskan desa dari teror penunggu pohon besar.
“Selamat dan terima kasih.” Pria berkumis dan warga desa bergantian memberikan ucapan kepada dua orang itu. “Semoga tidak ada lagi bencana di desa ini”
Setelah berfoto bersama dengan warga desa, pria muda dan orang yang menebang pohon itu kemudian membereskan peralatannya lalu berpamitan dengan warga desa.
Lokasi pohon besar itu sekarang sudah terang benderang. Tidak ada lagi aura ketakutan warga. Warga pun yakin setelah pohon itu tumbang tragedi yang selama ini terjadi akan sirna, karena penyebabnya sudah berhasil dikalahkan. Kini semua warga desa dapat bernafas lega. Keyakinan itu juga didasari karena tidak terjadi apa-apa terhadap orang yang menebang pohon itu. Ia dapat pulang dalam keadaan sehat wal afiat.
**
Satu bulan sudah berlalu, desa yang dulu ditakuti oleh tragedi hilangnya anak-anak sudah aman. Setidaknya setelah pohon besar berhasil ditebang tidak ada lagi korban yang hilang. Sehingga suasana horor yang biasa terjadi setiap pekannya sekarang tidak pernah terjadi.
“Sekarang kita tidak khawatir lagi.” Pria berkumis berbicara dengan istrinya di teras rumah sambil membaca sebuah surat kabar ibu kota. Ia tampak rileks membolak-balik surat kabar tersebut. Di depannya ada segelas kopi hitam yang masih mengeluarkan asap.