Siung Buaya

Siung Buaya

Jumat 10 Oct 2025 - 20:11 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

 

Optimisme warga yang hadir saat itu masih ada. Setidaknya karena kejadian baru beberapa menit jadi masih ada harapan si anak bisa ditemukan.

 

Tanpa basa basi dua orang langsung terjun ke sungai dan menyelam. Setelah beberapa lama menyelam keduanya kembali menyembulkan kepala ke permukaan sungai. Dengan gestur menggelengkan kepala mereka memberi isyarat kepada warga yang hadir di sana. 

 

Gelengan kepala dari penyelam itu membuat rasa optimis warga yang hadir menjadi berkurang bahkan mungkin hilang. Harapan mereka untuk bisa menyelamatkan atau setidaknya menemukan si anak dalam keadaan apapun seakan sirna. 

 

“Anakku…, mana anakku?” tiba-tiba terdengar teriakan seorang wanita dari arah belakang kerumunan.

 

Ternyata wanita itu adalah ibu dari anak yang hilang tadi. Wanita itu meraung-raung mengeluarkan seluruh suaranya. Sambil ia melihat ke arah warga yang ada di situ. Tatapannya penuh harap kepada warga yang hadir. 

Seolah ia memohon kepada warga agar tidak mengibarkan bendera putih dalam ikhtiar mencari anaknya.

 

Namun harapan wanita itu hanya menghasilkan kekecewaan, karena warga tidak mau lagi melanjutkan pencarian. Di samping karena tadi sudah dicari dengan menyelami lokasi sekitar hilangnya si anak, juga karena hari sudah menjelang magrib, sehingga jika dilakukan pencarian pun hasilnya akan nihil.

 

Warga pun kembali ke rumah masing-masing meninggalkasn sang ibu yang masih sesenggukan menatap ke arah sungai yang mulai pasang. Tatapannya tajam penuh dendam dan kebencian. Ia dendam dan benci dengan dirinya sendiri, kenapa tadi tidak mengawasi anaknya mandi.

 

Tags :
Kategori :

Terkait