CSD dan Washing Plant PT Timah Tbk, Siapa Lagi Tersangka?

Dr Ichwan Azwardi-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- proyek CSD (cutting suction dredge) dan washing plant milik PT Timah Tbk di Tanjung Gunung, Bangka Tengah, selain terbilang proyek nekad karena tanpa lelang, juga terindikasi akan banyak melahirkan tersangka baru dari intern PT Timah bk.

Meski hingga saat ini baru menyeret 1 petinggi Kepala Proyek Dr Icwan Azwardy dan Mantan Direktur Ops Alwin Albar.    

Tak hanya itu, melihat aliran duit kemana-mana, mengindikasikan nantinya akan menyeret tersangka dari juga dari mana-mana.

Keterlibatan kalangan intern, terlihat dalam paparan Dakwaan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Wayan Indra Lesmana di depan majelis dengan Hakim Ketua Irwan Munir, Hakim Anggota M Takdir dan Warsono, 

BACA JUGA:CSD dan Washing Plant PT Timah Tbk, Nekad Tanpa Lelang?

dimana feasibility study (FS) hingga belanja puluhan milyar yang tanpa lelang itu. Dakwaan jaksa mengungkapkan banyak ketidakberesan dalam  Dalam persidangan di PN Tipikor Pangkalpinang, Selasa, 21 Mei 2024.

FS yang dibuat terdakwa Dr Ichwan Azwardi selaku kepala proyek awalnya sangat muluk serta menjanjikan. Adapun tim yang terlibat dalam menyusunan FS tersebut yakni  -tim P2P-  Ricky Vernandes (Kepala bidang perencanaan dan evaluasi penambangan),  Erwin Suheri (Kepala bidang geologi tambang) dan Nono Budi Priono (Kepala bidang Teknik Pengolahan). 

Tak tanggung-tanggung tim P2P itu dalam FS-nya menyebutkan pada 23 Agustus 2017 bahwa di WIUP Tanjung Gunung –blok yang akan ditambang- terdapat sumber daya terukur timah  12.600 ton SN dari total 24.850 ton SN berdasarkan data validasi sumber daya dan cadangan PT. Timah Tbk. Tahun 2016 (per 31 Desember 2016).

“Tanggal 14 Desember 2017 selesai dilakukan pembuatan FS oleh tim tersebut dengan hasil: cadangan yang akan ditambang sebesar 2.465 ton  SN,” demikian isi dakwaan.

BACA JUGA:Menguak Tipikor Washing Plant & CSD PT Timah Tbk, Aliran Duit Kemana-mana?

Terkait biaya-biaya yang akan dikeluarkan PT Timah dalam proyek di antaranya penambangan dengan metoda alat gali (ore geting) dengan  CSD  dengan sistem sewa tanpa survey mitra penyewaan,  ril biaya operasional perbulan Rp 1.099.146.955.  Sewa kapal CSD perbulan Rp 9.315.000.000.  Biaya pembuatan washing plant  Rp 41.984.401.050. 

Adapun penambangan sendiri direncanakan selama 2 tahun sehingga total biaya operasional CSD $ 20.240.000.

Biaya bahan bakar  untuk 2 tahun $ 3.370.000.  Biaya karyawan selama 2 tahun total  Rp.6.642.000.000.  Biaya sewa alat berat  selama 2 tahun Rp 4.036.500.000.  Biaya perawatan Rp.5.859.000.000. 

Lantas, dari biaya yang dikeluarkan sebesar itu -dalam FS-nya- juga sangat menjanjikan terkait hasil yang akan diperoleh dari eksplorasinya. 

Tag
Share