Ade Perahu, Nek Berenang
Ahmadi Sopyan-screnshot-
Oleh: AHMADI SOPYAN
Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya
TERNYATA kita tidak bisa menentukan kapan pakai Silet kapan waktunya pakai Kapak. Menghadapi kumis menggunakan Kapak, tapi menghadapi batang Nangka mengggunakan Silet. Akhirnya kumis tak tercukur, bibir jontor. Batang Nangka tetap utuh, Silet patah.
-------------
PADA tahun 1995, penyanyi balada, Franky Sahilatua, menyanyikan sebuah lagu yang ditulis liriknya oleh seorang Budayawan terkemuka, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dengan judul “Perahu Retak”. Salah satu lagu yang hingga kini masih terus saya putar dan selalu menyentuh perasaan.
Lagu yang sarat dengan makna tersebut mengibaratkan Indonesia bagaikan sebuah perahu yang kondisinya sudah kian retak.
“…. tapi ku heran ditengah perjalanan/
muncul ketimpangan/
aku heran aku heran/
yang salah dipertahankan/
aku heran aku heran/
yang benar disingkirkan/……
aku heran aku heran/
satu kenyang seribu kelaparan/