Dikira Influenza, Ternyata Hantavirus?
Ilustrasi-screnshot-
HANTAVIRUS tengah mewabah di sejumlah negara di dunia, dengan gejala awal mirip influenza.
---------------
SEJUMLAH data dan literatur menyebutkan penyakit hantavirus mirip influenza seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan kelelahan. Sebagian juga mengalami diare, menurut laporan CDC dan Mayo Clinic.
Diagnosis Hantavirus
Laporan CDC, mendiagnosis hantavirus pada seseorang yang terinfeksi kurang dari 72 jam cukup sulit. Jika tes awal dilakukan sebelum virus dapat terdeteksi, biasanya tes ulang dilakukan 72 jam setelah gejala mulai muncul.
Gejala Hantavirus Disertai Penyakit
Gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan kelelahan mudah disalahartikan sebagai influenza. Empat hingga sepuluh hari setelah fase awal penyakit, gejala lanjutan dari HPS mulai muncul. Gejala ini meliputi batuk dan sesak napas.
Pasien juga dapat merasakan dada terasa sesak karena paru-paru mulai terisi cairan. HPS dapat berakibat fatal.
Sekitar 38 persen orang yang mengalami gejala pernapasan dapat meninggal akibat penyakit ini.
Laboratorium negara bagian dan CDC dapat mengonfirmasi diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, Adminkes Tim Kerja Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan, Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan BKPK Kemenkes melaporkan hantavirus tidak hanya satu jenis penyakit.
Ia memiliki dua manifestasi utama yang sama-sama berbahaya.
Pertama, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Banyak terjadi di Asia dan Eropa, menyerang ginjal dan pembuluh darah dengan gejala demam, perdarahan, gagal ginjal.