Masjidil Haram Semakin Ramai
Masjidil Haram.-screnshot-
MASJIDIL Haram di Makkah, Arab Saudi, mulai ramai dikunjungi jemaah haji dari berbagai negara.
------------
RIBUAN tamu Allah tersebut tiba lebih awal untuk mempersiapkan rangkaian ibadah haji, rukun Islam kelima yang menjadi impian umat Muslim sedunia. Pantauan di lapangan menunjukkan, jemaah dari Bangladesh, India, Lebanon, serta sejumlah negara Arab lainnya sudah memenuhi area Masjidil Haram.
Banyak di antara mereka melaksanakan ibadah umrah sebagai persiapan, mulai dari mengenakan ihram, thawaf mengelilingi Ka'bah, sa'i antara Safa dan Marwah, hingga tahallul. Tak hanya orang dewasa dan lansia, sejumlah keluarga dari negara Arab turut membawa anak-anak mereka.
Beberapa orang tua bahkan menggendong buah hati untuk mencium Hajar Aswad, salah satu ritual yang penuh makna dalam umrah. Suasana haru dan khusyuk terlihat jelas di antara kerumunan.
Setelah menyelesaikan rangkaian umrah, banyak jemaah terlihat menikmati ketenangan Masjidil Haram yang sejuk dan megah. Sebagian mengabadikan momen dengan berfoto di depan Ka'bah, sementara yang lain duduk bersantai atau melanjutkan ibadah sunnah.
Sementara itu, jemaah haji asal Indonesia belum terlihat di Masjidil Haram. Pasalnya, jemaah haji Indonesia pada gelombang 1 masih berada di Madinah untuk 8 hari ke depan. Hanya petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah yang sudah berada di lokasi.
Ribuan jemaah Indonesia lainnya itu masih berada di Madinah untuk menjalani masa tinggal selama sekitar sembilan hari untuk melaksanakan shalat arbain atau sunnah 40 waktu di Masjid Nabawi.
Sementara ratusan ribu jemaah haji Indonesia lainnya masih dalam proses pemberangkatan secara bertahap dari Tanah Air menuju Tanah Suci, sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah RI serta Kemenhaj Arab Saudi.
Gelombang pertama kedatangan jemaah Indonesia ke Madinah telah dimulai sejak 22 April 2026. Pihak berwenang Arab Saudi menerapkan pengawasan ketat terhadap akses masuk ke Makkah. Setiap jemaah internasional wajib menunjukkan visa haji dan aplikasi Nusuk.
Bagi warga lokal atau mukimin, tasreh atau surat izin khusus menjadi syarat mutlak. Petugas keamanan atau askar sering terdengar mengingatkan, “Tasreh, tasreh,” kepada mereka yang akan memasuki kawasan Haram.
Kedatangan dini jemaah dari berbagai negara ini menandai semakin dekatnya puncak musim haji 2026. Pemerintah Saudi terus mempersiapkan fasilitas dan pengamanan guna memastikan ibadah berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi jutaan umat Islam yang akan hadir.***