Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Kartini Kini: Identitas, Karya dan Aksi

Nilawati.-Dok Pribadi-

Oleh: Nilawati, M.Pd

Guru PPPK SMAN 1 Air Gegas dan Ketua MGMP PAI SMA SMK Bangka Belitung

 

Setiap tanggal 21 April, nama Raden Ajeng Kartini kembali dihadirkan dalam ruang publik. Ia dikenang sebagai simbol emansipasi perempuan Indonesia. Namun, peringatan tersebut kerap identik dengan hal-hal seremonial diantaranya kebaya, lomba busana, dan kutipan inspiratif yang diulang dari tahun ke tahun. Di tengah peringatan yang berlangsung setiap tahun, pertanyaan ini sering terlewatkan dan muncul tanya apakah semangat emansipasi Kartini masih kita jalankan, atau hanya kita kenang sebagai simbol belaka?

 

Kartini sendiri dikenal sebagai pribadi yang berani melihat keadaan secara berbeda dari kebanyakan orang pada masanya. Ia hidup dalam lingkungan sosial yang membatasi perempuan, terutama dalam hal pendidikan dan kebebasan menentukan pilihan hidup. 

 

Melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan dalam Door Duisternis tot Licht, Kartini menyampaikan kegelisahan sekaligus harapannya. Ia menyoroti berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan serta mendorong pentingnya kesempatan belajar dan ruang untuk berpikir secara mandiri. 

 

Keberanian Kartini terletak pada kesadarannya. Dalam keterbatasan, ia tidak hanya menerima keadaan, tetapi juga mempertanyakannya. Ia menanamkan gagasan bahwa perempuan memiliki hak untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial. Pemikiran ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan perempuan Indonesia hingga saat ini.

 

Namun, kehidupan Kartini juga tidak lepas dari paradoks. Pernikahannya dengan seorang bupati yang telah beristri sering dipandang sebagai kontradiksi terhadap gagasan emansipasi. Penilaian seperti ini kerap muncul tanpa mempertimbangkan situasi sosial pada zamannya. 

 

Kartini hidup dalam kondisi yang tidak memberinya banyak pilihan. Apa yang ia jalani bukan semata bentuk penyerahan, melainkan bagian dari realitas yang harus dihadapi. Justru dalam keadaan tersebut, Kartini memperlihatkan sisi kemanusiaannya. Ia mampu menyadari sekaligus mengungkap ketidakadilan yang ia rasakan. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan